Rabu, 11 April 2012

Get Scholarship



Hampir 2 bulan sudah saya tinggal di kota Bandung ini untuk meneruskan studi. Alhamdulillah coretan-coretan nyeletuk saya dahulu kala waktu jaman kuliah sarjana sedang saya jalankan. Coretan nyeletuk itu adalah "menuju S2 di 2010 uy". Hah siapa sangka 2 tahun kemudian hal tersebut terealisasi. Seperti mimpi jadi kenyataan.

Oh ya, saya mendapatkan beasiswa ini dari Kemendikbud. Yah tidak besar sih, tapi cukup bagi saya yang ingin sekolah S2 tapi tidak mau bayar SPP sendiri. Secara ya SPP saya di Pascasarjana UNPAD itu hampir 10 juta persemesternya, belum biaya hidup, belum uang makan, uang buku, bla bla bla. Saya rasanya tak sanggup kalau harus bayar SPP sendiri, apalagi kalau dibayarin SPP sama orang tua saya. Hah untunglah saya dapat beasiswa ini jadi, yang dipikirkan hanyalah biaya hidup saja. Berbeda kalau beasiswa dari Bappenas, kalau Bappenas itu beasiswa nya all in, semua semua nya gratis, tinggal bawa baju doang :). Oh ya, dan sekarangpun saya lagi les bahasa inggris di TBI, program les bahasa ini merupakan salah satu dari komponen beasiswa, alhamdulillah gratis les juga, walaupun pulangnya jadi agak malam :)

Oh ya, sebenarnya untuk mendapatkan beasiswa itu gampang-gampang susah. Setiap hari saya kerjaannya browsing terus nyari-nyari beasiswa, kalau ada yang klop saya apply, tidak hanya satu kali, tapi berkali-kali saya apply beasiswa. Ada yang dipanggil untuk tes, ada yang dikasih surat penolakan, ada yang ga ada kabar, dan sebagainya dan sebagainya.

Pernah suatu hari saya diberitahu untuk tes beasiswa di Yogyakarta. Waduh, its mean saya kudu datang ke Yogyakarta untuk tes, secara yaaa jarak dari rumah saya ke Yogyakarta itu butuh waktu sekitar 12 jam. Okey its ok, tapi nanti saya tidur dimana coba, mana saya pun belum tau tempatnya, yang jelas di Kaliurang.

Okey berbekal ilmu traveling saya, saya browsing kesana kesini mencari penginapan yang murah meriah di daerah Kaliurang, dan BINGO saya dapat nama losmen nya. Dan saya mau nanya angkutan apa yang bisa membawa saya ke losmen tsb ke temen saya yang rumahnya di daerah Yogyakarta.

Mmm, sebetulnya saya punya sih teman di Yogyakarta, tapi udah nikah uy, jadi takut ngeganggu aja sih, dan pas saya kasih tau mau tes disana pun, ga ditawari nginep tuh, lagian baru melahirkan pula, jadi tambah ga enak aja ntar ngerepotin. :)

Dan satu lagi ada temen saya yang juga baru masuk kuliah S2 disana, tapi laki2, masa mau nginep di bukan muhrim hehehe.

Nah, pas diinget-inget mau kesiapa lagi ya saya nanya nama losmen tsb, dan BINGO saya dulu pas jaman sekolah menengah atas punya kaka kelas yang lumayan akrab sama saya, dan dia kuliah di UGM. Udah lulus sih, dan kemungkinan dia udah pindah keluar Yogyakarta.

Akhirnya, saya pun menanyakan nama losmen tsb sama kaka kelas saya itu via fb, karena saya ga punya nomor teleponnya.

Hari ke-2 barulah pesan saya pun dibalas, huihhhhhhh kirain bakal ga dibaca. Pesan saya pun dibalas dengan menyebutkan nama daerah losmen tsb, dan kaka kelas saya bertanya, mau apa ke Yogya, sama siapa. Saya jawab aja mau tes beasiswa dan sendirian. Dan jawaban tidak disangka pun keluar dari sms teteh tsb, ya sudah atuh nanti tidur disini aja, da teteh masih di Yogyakarta ngekost. Dari pada di losmen mending disini, katanya.

Wooowwwww dan horeeeeeeeeee. Semakin yakin saja saya dengan firman Allah dalam surat Al-Insyirah "Sesungguhnya bersama kesukaran ada kemudahan". Dari yang awalnya saya bingung mau tidur dimana, kesana pake apa, dsb, menjadi terang benderang setelah mendapatkan respon dari kaka kelas saya tsb. Itulah indahnya silaturahmi :)

Oh ya, dan kemudian pas saya naik bus malam ke Yogyakarta sendirian, ongkosnya waktu itu lagi naik, karena lagi High Season, jadi we dimahalin. Huuh. Sebenarnya saya takut juga naik bus malam sendirian, tapi mau gimana lagi, saya harus berjuang, harus berkorban, NO PAIN NO GAIN.

Okehh, sekitar jam 6 pagi pun saya pun tiba di perempatan Kaliurang, apalah itu namanya saya lupa ga tahu. Pas saya turun, ehhhh ternyata saya dijemput sama kaka kelas saya tersebut, huaduhhh senangnyaaa, padahal tadinya saya mau ojek aja ke kostannya, hmmm jadi tambah ga enak hati.

Singkat kata saya sudah seger mandi, dan kaka kelas saya tsb mengajak saya jalan-jalan ke Gunung Merapi, asikkkkkkkkkkkkkkk, udah mah numpang segalanya eh diajak jalan-jalan pula. Dan pulangnya saya dianterin ke tempat dimana besok saya akan tes beasiswa, huhh jauh juga yak, ga ada angkot disana, untung dianterin. Makasih teh iin, semoga apa yang diinginkan terwujud ya teh :)

Nah, tapi setelah saya jauh-jauh ke Yogyakarta, saya lolos tes sih, tapi mungkin hasil jawaban saya tidak sebagus yang lain, jadi grade dapat beasiswanya tidak full, cuma dapat separo nya saja. Hmm dan akhirnya saya tidak ambil deh, soalnya ya itu dia, prinsip saya kalo dapat beasiswa minimal kalo untuk SPP harus full gitu hehe, mahal booo.

Okey kalo diceritakan, masih banyak cerita2 saya yang lebih dramatis, termasuk seperti "disepelekan" oleh guru besar ketika wawancara. Hmmm tapi nanti saja deh ceritanya, yang jelas kalau kamu-kamu mau dapat beasiswa, kalau di tolak apply lagi, terus aja sampai bosen, sampai diterima. hehehe. Jangan lupa ya, terus pantau situs beasiswanya, ada banyak kok mulai dari yang dikeluarkan pemerintah sampai swasta, dari negara lain, atau bisa juga tanya teman. Kalau yang dikeluarkan pemerintah yang saya tahu ada dari Dikti, Bappenas, Deplu, Kemenpora, Depkominfo. Kalau dari swasta mah palagi lebih banyak, dari Tonoto, Beswan, dll. Kalau dari negara lain, kamu pantengin aja facebook kedubesnya, banyak kok. Selamat berburu beasiswa yaa, jangan lupa penuhin persyaratannya selengkap-lengkapnya.

Ingat, NO PAIN NO GAIN.

cheers
deani

Minggu, 01 April 2012

TAS EIGER, TRAVEL WORKSHOP, dan BUKU TRAVELING


Krikkk kriiikkk. Halooo hari ini saya mau cerita Travel Workshop ahhh, soalnya kemarin sore saya baru aja pulang dari sana. Oh yaa, biasanya tiap weekend saya mudik ke rumah dan kembali lagi ke Bandung pada early monday, tapi karena ada acara Travel Workshop ini, maka kembalinya saya ke Bandung jadi lebih dipercepat, tadi aja saya berangkat dari Subang, hiuhhh walaupun cape dan macett saya bela-belain juga deh dateng :D

<===Gambar disamping bersama penulis LOST IN KOREA (ka Gelbo, saya, ka Cayi).

Sebenarnya, acara ini harus udah dimulai jam 2 siang, namun mungkin karena beberapa sebab acara jadi dimundurin jam setengah 3, fiuhhh syukur deh, soalnya saya dateng tepat jam setengah 3 karena mobil dari Subang ngetemnya naudzubillah luammmaaa banget deh, plus dari terminal Ledeng saya salah naik angkot yang ke arah PVJ nya, ditambah macet pula, harusnya saya naik bus kota biar cepet, hedehhhh maklum jarang ke daerah PVJ sono hehe. Maka, setelah sampai saya buru-buru mencari Gramedia PVJ, dan walhasil ga ketemu, akhirnya saya pasrah dengan bertanya sama orang lain, dari pada nyasar dan tambah terlambat datang :D.

Yes, akhirnya ketemu deh itu Gramedia PVJ. Singkat kata acara pun dimulai, pembicara Travel Workshop ini ada  4 orang, kang Fitra Syafaat (pengarang buku Wisata Seru Selandia Baru), teh Yudhinia Venkateswari alias teh Rierie (pengarang buku Jalan2 hemat ke Eropa), ka Ika Wulandari alias ka Gelbo dan ka Sari Rahmayati alias ka Cayi (pengarang buku Lost in Korea).

Acara di mulai dengan presentasi para pembicara mengenai cara apply visa di kedutaan, terus dilanjut cara bikin itinerary, terus cara cari tiket yang murah, dan ngepack barang2 yang musti dan ga perlu dibawa, serta bagaimana cara mendapatkan makanan halal di negeri orang dsb.

Ini dia beberapa tips yang saya inget, hehehe:

1.    Kalo mau bikin visa itu harus benar2 lengkap persyaratannya, jangan sampai ada satu pun yang kelewat, karena hal ini bisa menjadikan permohonan visa kamu di reject. Untuk persyaratan visa, bisa di cek di website nya kedubes2 yang ada di Indonesia. Btw sekarang bikin visa udah ada yang jadi sekitar 3 hari, dulu mah lama hampir 1 atau 2 mingguan katanya.

2.    Pun, persyaratan yang udah lengkap pun bisa aja sih di tolak kalo ada hal2 yang ganjil yang mereka curigai, karena mereka menerapkan azas praduga curiga (opo sih :D). Misalnya, mereka bisa saja curiga sama kamu ketika melihat data diri kamu masih di usia produktif, tingkat pendidikan bagus, lancar bahasa inggris, dsb (karena mereka takut kamu ga bakal balik lagi ke Indonesia, dan malah bekerja di sana sehingga menjadi imigran gelap). Atau misalnya jumlah tabungan yang ada dalam print-an rekening koran kamu tiba2 bertambah banyak dalam jumlah besar, even itu uang kamu sendiri hasil jual rumah buat jalan-jalan :D.

3.    Namun jangan khawatir, kalo di reject ya apply aja lagi, misalnya kalo kejadiaanya seperti di atas, kamu bisa melampirkan surat atau dokumen yang menyatakan bahwa kamu ga bakal menjadi imigran gelap, kalo bisa bikin suratnya setegas mungkin, kalo cerita ka Gelbo, dia selain melampirkan surat, juga melampirkan percakapan bersama temannya di facebook yang intinya menceritakan bahwa dia kesana ya untuk hobby traveling aja, ga lebih. Nah, kalo uang di rekening kamu tiba2 banyak, misalnya kita tiba-tiba nabung 150 juta hasil jual tanah atau jual mobil, nah mereka bawaannya selalu curiga (sehingga menimbulkan visa di reject). Jadi sebisa mungkin transaksi di rekening tabungan lakukan senormal mungkin, antara pemasukan dan pengeluaran, jadi jangan ujug-ujug banyak uang karena mau ke luar negeri, hehehe begituuu.

4.    Oh ya, harga tiap bikin visa itu beda-beda yaa tiap negara, kalo langsung di approve permohonan visa kita, alhamdulillah uang yang dikeluarkan ga sia-sia, tapi kalo apply visa nya di reject, yaaa selamat tinggal deh uang yang udah kita bayar, dan tentunya harus bayar lagi kalo mau apply lagi.

5.    Kalo bikin itinerary itu harus tau dengan kondisi iklim yang ada disana biar nantinya kita ga salah kostum ketika tiba di negeri orang, misal kita bawa2 baju kaos2 gitu khas summer, eh taunya di negara yang dituju misal Selandia Baru lagi winter, wuahahahaha ga lucu kan kalo saltum gitu.

6.    Terus kalo bikin itinerary itu coba di sesuaikan juga dengan kegiatan budaya di tiap negara, misalnya kalo di Eropa suka ada octoberfest, terus kalo di Korea suka ada apaaa ya lupa lagi nama festivalnya :D. Intinya cari tau event yang biasanya diadakan disana terus sesuaikan dengan itinerary kamu. Oh yaa, mbak Rierie bilang kalo tinggal di suatu negara, minimal kita stay 2 hari lah, biar kita bisa explore itu namanya kota di negara tersebut.

7.    Nah, untuk hunting tiket, para pembicara bilang, mulailah kamu untuk daftarin email kamu ke website maskapai penerbangan, karena biasanya kalo para maskapai penerbangan ngadain promo, mereka pertama-tama biasanya suka ngasih tahu kita promo tersebut lewat email. Pernah katanya ada tiket ke Eropa sekitar 350 USS (kalo ga salah), wohaaa pulang pergi pulak, ckckck murah amat yak.

8.    Nah, kan kalo apply visa itu, salah satu nya harus ada lampiran persyaratan sudah booking pesawat, nah kalo kamu belum punya visa, kalo bisa jangan lah dulu membeli tiket pesawat walaupun tiket pesawat ada yang promo, kamu cukup booking aja dulu itu tiket pesawat pulang pergi (kalo booking berarti belum bayar), nah kalo visa nya di approve alhamdulillah, kalo ga di approve ya ganti tanggal aja lagi, minta reschedule. Kan sayang, kalo udah beli tiket pesawat eh tau nya visa nya ga di approve.

9.    Dan tentunya, kalo pengen tiket murah rajin-rajin lah tengok website maskapai penerbangan, atau kalo sekarang udah ada website yang khusus menampilkan berbagai macam maskapai penerbangan, jadi kamu tinggal masukin nama negara/kota tujuan, masukin tanggalnya, dan simsalabim, muncul lah harga-harga dari berbagai maskapai penerbangan untuk tanggal segitu ke negara itu, jadi kamu bisa langsung membandingkan harganya. Hmm kalo saya sih pernah pakai website www.utiket.com.

10.    Oh yaa, kalo ngepack barang bawaan, misalnya baju, kalo bisa nyimpennya di gulung-gulung yaa kayak bolu gulung gitu, biar ga lecek2 amat kalo mau di pake, terus masukin plastik transparan, biar gampang ngambilnya.

11.    Terus perhatikan barang apa yang boleh atau dilarang dibawa ke suatu negara (tiap negara beda2 larangannya). Yang standar sih ga boleh bawa cairan, apapun mau itu air, parfume, dll lebih dari 100ml, ga boleh bawa tumbuhan, hewan dan semacamnya, asin, rendang, pun katanya ada yang ga bolehin, tapiii para pembicara ini kasih masukan kalo misalkan mau bawa rendang atau asin dsb usahakan tutup rapat serapat rapatnya, biar kagak kecium bau nya kali yaa sama petugas, tapi kalo hal tersebut kecium sama guk-guk atau doggy, lain ceritanya karena penciuman doogy itu tajamm, kalo ketahuan kamu bakal kena sanksi entah itu bayar denda, atau ditahan hiiiiii, dari pada ketahuan, mending gak usah bawa yang aneh-aneh deh :D

12.    Oh yaa, kalo orang muslim kan makanannya harus yang halal yaa, nah di NZ, Holland, ataupun Korea katanya ada aja kok restoran yang halal, biasanya sih restoran turki, restoran india muslim, restoran padang (yang ini kadang ada kadang enggak), nah kalo ga nemu makanlah makanan yang pasti2 aja semisal seafood, atau kalo sekarang lagi ngetrend kebab turki. Pasti kebab turki ini katanya ada di setiap negara. Nah, kebab ini selain murah harganya, pun porsinya besaaarrrrr, jadi kenyang lah dan irit tentunya.

Sekian deh, tips yang saya inget hehe, oh yaa waktu acara Travel Workshop ini ada games dan tanya jawabnya juga, yang nanya maupun yang ikutan games di kasih goodiebag dari Majalah MyTrip, Garuda Indonesia, QM Financial. Hahaha games nya seruuu deh suruh niruin orang2 yang lagi nari-nari di video.

Oh ya dan lagi, karena saya beli buku karangan para penulis itu, struknya saya kasih ke panitia untuk di undi, lumayan hadiahnya dapet tas dari EIGER seharga 395rb, trus tas kosmetik dari EIGER juga, trus konsultasi dari QM Financial gratis sebesar 500rb. Wuaduhhhhhhhh saya sih berharap dapet tas EURASIA converto01 dari EIGER aja deh, soalnya udah hampir sebulanan ini saya sampai 3 kali bolak balik ke toko EIGER hanya buat liat-liat daypack nya, hikksss banyak sih yang bagus tapi ga ada yang cocok, ga cocok  sama isi dompet maksudnya :D. Dan ketika di kocooookkkk, tralalalaaaaaa keluarlah nama saya sebagai pemenang tas EIGER EURASIA converto01 (saya yang ngambil undian saya yang menang hihihi). Trus yang dapet konsultasi financial ada mbak Rindu, ehhhh pas yang menang tas kosmetik dari EIGER malah saya lagi, haduuhhhh. Alhamdulillah yaaaa.





Hadiah dari para sponsor :D =====>







Makasih atas diselenggarakanya acara ini, ilmu dapet, hadiah pun bertubi-tubi dapetnya :D

Jumat, 30 Maret 2012

Kuliner ke Bandung yuuk

Setelah hampir sebulan kurang saya tinggal di Bandung kota, (ehmm karena awalnya tinggal di jatinenjer), saya akan menceritakan beberapa pengalaman terkait jajanan di kota Bandung, tentunya yang deket-deket kostan saya dulu di daerah Dipati Ukur. Kalo yang jauh-jauh nanti aja ceritanya, soalnya harus sengaja mencuri2 waktu kuliah yg selalu pulang sore hmmm.
Okey, let’s go to start:
1.    Warung Pasta
Nah, Warung Pasta yang saya samperin ini letaknya di deket ITB di Jalan Ganesha. Tempatnya enakeun lah pokoknya buat kumpul-kumpul sama teman-teman atau buat meeting mah. Menu nya ga cuma pasta aja, beragam, ada apertizer, sphagetti, dsb (hehe ga inget, banyak sih). Namun, jangan samakan warung pasta ini dengan warung tegal yaa, karena eh karena warung pasta bukan warung biasa, yaa bisa dibilang semacam kafe lah, jadi harga makanan dan minumannya ga semurah kalo kita makan di warung tegal gitu loh. Mmm range harga nya Rp 12.500,- sampai Rp.35.000-an kalo ga salah, beda ukuran beda harga, ada yang ukuran small, medium, dan large. Makin gede ukuran makin mahal (ya iyalahhh). Namun kalo kamu kelaparan, saya ga rekomendasiin kamu pesen yang ukuran small yaa, cuz saya aja pesen yang medium, masih kerasa kurang hehehe (perut karet). Nah, waktu saya kesini saya ga pesen minum tuh, soalnya aqua aja Rp.7000,-   yang 600 ml itu. Minuman yang lain Rp.10.000-an kalo ga salah, kalo minta yang isi ulang (refill) sekitar Rp.15.000-an. Walhasil karena saya lagi pengiritan tapi pengen makan di Warung Pasta ini, jadi aja saya pesen makanannya aja, minumnya dikostan aja deh :D. Oh ya, pelayanannya juga bagus kok. Terus pas cek bon harga, saya lihat bon yang harus dibayar, harga makanan plus ppn 10%, service 5 %, hehehe, total 15%, waduhh pantesan :D :D

2.     Jajajanan Mambo
Kalo mambo ini, semacam pujasera yang letaknya di jalan Imam Bonjol dekat kampus UNPAD Dipati Ukur atau dekat R.S Borromeus. Mambo ini yaa diambil dari kata Imam Bonjol sendiri (kalo ga salah :D). Jajanan di Mambo ini pernah di liput pak Bondan di Wisata Kuliner Trans TV loohh. Namanya juga pujasera, jelas beragam makanan yang tersedia, ada Lomie, pempek, ayam bakar, ayam penyet, baso tahu, soto, clemmons, sop buah, dll, banyakk pokoknya. Harganya pun terjangkau kok, kamu bawa Rp.20.000 juga udah kenyang banget tauu, itu udah plus minum. Oh yaa, ada minum es teh yang super jumbo, harganya Cuma Rp.4000,- kalo ga salah. Disebut jumbo, ya itu tadi karena gelasnya gueedeee banget.
Makanya kalo kamu-kamu pada ke daerah Dago, jangan lupa mampir kesini yaaa.

3.    Pecel Lele Lela Dipati Ukur
Waktu itu saya bersama teman sengaja ke pecel lele Lela yang ada di Dipati Ukur (home based nya kalo ga salah yang di daerah Dago ke atasssss itu kalo ga salah). Ya intinya pengen nyobain aja gimana sih rasanya yak pecel lele lela yang katanya terkenal itu. Sapaan yang khas dari pelayan kalo ada pengunjung yang datang itu pasti sapaannya “Selamat Pagi Lela”. Mau kita datang siang, sore, malam, pasti sapaannya “selamat pagi”. Hehehe unik yaa. Okeyy, terus saya duduk, ehmm pas lihat daftar menu dan cek harga, wooww marahal juga yaaaa, kalo dirata2in sekitar Rp.15.000,- keatas harga itu pecel. Belum minumnya yaaa itu teh. Ya udah deh, saya beli ayam bakar aja, yang harganya lebih murah dari pecel lele, dan teman saya yang pesen pecel lele chrispy, jadi saya ntar minta icip2 aja deh kalo pengen lele (hehe gak modal). Okey pesanan pun datang, dan pas lihat lele chrispy yang dipesen teman itu, subhanalloh sedikit sekali, hahaha ya iya lah satu lele, dipotong-potong kemudian di goreng chrispy, jadinya menciut kecil. Jadi gak tega minta nya juga. Waduh mana itu tempe sama tahu nya kayaknya lupa disodorin, eh pas datang itu tahu sama tempenya minii dan tipiis sekali, yaa ampunn perasaan tempe dan tahu gak mahal-mahal amat deh. Pasti ini gede deh untungnya hehehe pikir saya. Terus pas udah bayar, ehh taunya pake ppn 10% juga, yaa ampuun gubrak banget deh. Okey tempat enak, pelayanan pun cukup, tapi harga dibanding makanan yang tersaji kayaknya kemahalan dehh kalo kata saya mah. Oh yaa FYI, kalo kamu sedang ulang tahun kamu bisa makan gratis di pecel lele lela ini, nah terlebih kalo kamu punya nama LELA, kamu bisa makan gratis seumur hidup di Pecel Lele Lela ini, tentunya dengan menunjukkan KTP kamu :D congratz yaa yang namanya Lela :D
 
4.    Ayam Penyet Bu RW
Nah ini nih salah satu ayam penyet terenak yang pernah saya cobain, letaknya dekat kampus UNPAD Dipati Ukur, tepatnyadi belakang  Monumen Dipati Ukur, daerah Haur Pancuh. Ini warung bukanya mulai sore. Yang bikin ketagihan itu adalah sambalnya, ada pedes manis, ada sedang manis. Saya pernah nyobain keduanya, walhasil kalo makan yang pedas-manis itu, dijamin ke kamar mandi aja hahaha, jadi saya sekarang kalo pesen yaa yang sedang-manis aja deh. Nah nasinya bisa pilih, mau nasi putih atau nasi merah. Harga nya lumayan kok gak terlalu menguras kantong. Saya sih biasanya pesan nasi putih, ayam penyet, sama tempe, totalnya Rp.12.000,- widihhh makan nikmat, kenyang, dan ketagihan :D

5.    Nasi Uduk/kuning dan Gudeg RSGM
Nasi uduk dan gudeg ini letaknya ada di belakang RSGM UNPAD (Rumah Sakit Gigi dan Mulut UNPAD) di daerah sekeloa. Awalnya saya suka beli nasi uduk di deket monumen, tapi harganya lebih mahal dibanding yang ini. Hehehe. Yang ini lumayan, perut kenyang, enak,  tapi kantong bisa agak ngirit :D. Harga nasi uduk/gudeg-nya Rp.4000,- aja kok (wahhh kalo di kampung saya sih masih Rp.2000,-). Tapi masih untung dibanding nasi uduk di deket monumen yang matok harga Rp.6000,- :D.

6.    Kantin Aryanti
Kalo kantin Aryanti letaknya persis di sebelah kanan kampus UNPAD, dekat mesjid Al-Jihad UNPAD. Harga makanan nya lumayan terjangkau ga mahal-mahal amat (kecuali kalo kamu makan nya buanyakkkk :D). Nah, karena konsepnya yang prasmanan, jadi kamu bisa milih menu sendiri, baru nanti bayar di kasir. Selain makanan yang prasmanan, kamu juga bisa pesen nasi gila, soto, ataupun baso. Okehhh selamat mencoba :D

7.    Kantin Salman ITB
Disebut kantin Salman ITB, karena letak kantin ini yang memang berada di lingkungan mesjid Salman ITB, Jalan Ganesha. Makanannya pun beragam, dari mulai yang diprasmanan-kan, kue-kue, sampai soto, kupat tahu, jus, youghurt, es kacang ijo, dsb. Baidewei perasaan saya udah lama gak makan lagi disini, ehh pas kemarin saya kesana lagi, tempatnya yaa masih kayak dulu, jalur antrian laki-laki (ikhwan) dan perempuan (akhwat) di pisahkan. Terus yang bedanya, di setiap meja sekarang dipasang himbauan bahwa piring dan gelas yang sudah dipakai harap disimpan di meja dekat wastafel, agar memudahkan petugas untuk membereskannya. Oh yaaa, harga disini juga terjangkau kantong mahasiswa kok :D Dan ingat, jangan beli makan pas adzan dikumanadangkan, karena kantin bakalan tutup dulu.

8.    Jajanan Sepanjang Pasar Gasibu
Wahhh, kalo ke pasar Gasibu jangan ditanyaaa, semua pedagang apapun, dimulai dari makanan, baju, alat rumah tangga dsb, pasti ada deh, dan tentunya pada murah-murah asal pinter-pinter nawar. Kalo bicara soal makanan buanyakkkk banget malah, karena semua pedagang yang biasanya berdagang di tempatnya masing-masing, kalo tiap hari minggu pasti pada numplek berdagang sekitar Gasibu ini. Asalakan kamu ke Bandung tiap hari minggu, pasti kamu bakal nemuin ini pasar, jangan selain hari minggu yaaa pasti ga ada hehehe. Oh yaa dari shubuh ampe siang lohh mereka dagangnya.

9.    Baso Malang Karapitan
Baso Malang Karapitan ini, induknya ada di Jl. Karapitan, tapi saya biasanya suka ke Baso Malang yang ada di sebrang BIP (Dago). Harganya yaa standar foodcourt BIP lah, agak mahal, hahaha tapi emang enak tempatnya. Oh yaa, sebelum menu yang kita pesan datang, kita bisa kok ngambil cemilan yang disediain mereka (gratis), boleh ngambil banyak juga asal dimakan yaaa jangn disisa-sisain. Oh ya, ada ppn 10% nya nih :D.

10.    Foodcourt BIP
Namanya juga foodcourt, pasti banyak pilihan makanan, foodcourt BIP ini letaknya di lantai paling atas BIP, saya sih jarang aja makan kesini, tapi kalo udah ga kuat makan ketika nunggu film 21 diputer, yaaa terpaksa juga makan disini, yaaa harganya lumayanlah standar foodcourt beserta ppn 10% itu. Wow.

11.    Lontong Sayur Padang
Nah lontong sayur ini biasanya buka dari pagi sampai siang lah maksimal, letaknya depan UNPAD Dipati Ukur, dekat Halte Bus Damri. Harganya terjangkau kalo lontongnya sayur nya pake telur Rp.7000,-kalo enggak, Rp.5000,-. Oh yaaa disini juga tersedia teh susu yang dicampur telur itu (apaa ya namanya ini, lupa), yaaaa liat telur mentah nya juga udah enek saya mah, mungkin enggak kalo kata yang suka mah. Jadi saya minumnya air putih aja deh, lumayan kok kenyangggggg.
Oh ya beda lagi, kalo kamu ke daerah Simpang Dago, ada macam-macam Lontong Sayur nya, yaitu ada yang pake pecel, wuidihhh enak dehhh yang ini, kamu pasti ketagihan. :D
 
12.    Kentang Arab
Kalo kamu ke Bandung, kamu pasti banyak nemuin kentang arab. Kentang Arab itu kentang yang dipotong panjang2 kemudian dicampur terigu dan digoreng. Wahh enak dehhh kalo dimakan pas anget-anget. Harganya kalo yang kecil Rp.3000,- kalo yang besar Rp.5000,-. Bisa dicampur rasa pedas, keju, barbeque, dll sesuai selera kamu. Kalo saya sih biasanya beli kentang arab yang dekat Indomart Dipati Ukur.

13.    Pecel Lele Dekat Halte Damri
Nah, kalo pecel lele dekat halte Damri ini, bukanya setiap sore sampe malam. Ya iyalah kalo pagi-sore ini jalan kosong buat pejalan kaki. Nah, pecel lele di sepanjang jalan ini banyak, tapi saya lebih suka yang letaknya di ujung jalan dekat monumen.  Kenapa? Yaaa karena sambelnya uenakkkkk plus lalabnya digoreng dulu, bukan mentah, hahaha enak kannn, harganya pun muraahhh. Lele, nasi, minum, tempe Rp. 7500,- Murah kaaaaannn.

Okeyy, teman-teman cukup dulu deh wisata kuliner nya, nanti saya terusin lagi mana tempat yang ciamik buat dikunjungin hehehe. See yaaaaaaa. Btw, tempat yang saya belum tulis masih buanyyakkkkk lohhhhhh   Jadi yaa, yaa yang lagi bekperkeran ke bandung, itu secuil rekomendasi tempat makan yang ada di Bandung yaaa, nanti kita explore lagi :D

Cheers
Deani


Rabu, 22 Februari 2012

GRATIS: BELAJAR IQRA&AL-QUR'AN (Daerah Bandung Utara)

assalamualaikum wr wb.

Salam temans, akhir2 ini saya suka "nelangsa" kalo ketemu teman2 muslim yang belum lancar baca Iqra/Qur'an padahal usianya sudah baligh..

Mungkin sebenarnya mereka juga ingin terus belajar, tapi mungkin gak tau harus kemana/kesiapa..

Sebenarnya saya juga BUKAN ustadzah apalagi orang yang ahli agama, namun saya hanya ingin berbagi sedikit ilmu saya saja untuk membaca Iqra/Al-Qur'an..

Untuk itu, dengan senang hati, saya insya alloh ingin membantu teman-teman yang sekiranya ingin sama-sama belajar Iqra/Al-Qur'an..

When: Bagaimana kalo dijadwalkan 1 minggu 1-2 kali pertemuan ajaa..kita mulai minggu ke-2 di bulan Maret aja yaa..

Where: Saya hanya bisa di daerah Bandung Utara aja uy, seperti daerah mesjid kampus Unpad atau ITB aja yaa.. (flexible tergantung sikon yaa)

Who: Siapa aja boleh ikut belajar gratis baca Iqra/Al-Qur'an ini, tapi kita batasi jumlah orangnya dulu yahh yaitu 10 orang dulu (bisi teu kageroh kalo banyakan mah :) )

How: teman2 harus bawa Iqra/Al-Qur;an sendiri dari rumah :)

Bagi teman2 yang mau daftar silahkan sms saya saja (sri) ke nomor 0899-6986-713..atau boleh add fb saya: deanilucu

Bagi yang merasa info ini bermanfaat tolong sebarkan yaaa ke teman yang lainnya..

Many thanks teman
best regard
sri ratna

Mari Berbagi, Mari Bersilaturahim :)

Jumat, 25 November 2011

Flash(Back)packing Int'l: SG


Sebelum menguap ingatan yang ada di kepala ini (dan emang udah agak-agak menguap), saya akan menuliskan catatan perjalanan saya ketika pergi PERTAMA KALI melakukan perjalanan internasional. Kalo yang lokal udah saya tulis sebagian ya di catatan travelling sebelumnya. Cekidot aja kalo yang mau baca :D.

Hehe yaa pengalaman pertama kali adalah suatu momen yang tidak akan pernah saya lupakan.

Marilah kita memulai bercerita:

Di awal tahun 2011 saya membuat resolusi yang berderet-deret, yang saya tuliskan dalam kertas-kertas A4, dan saya tempelkan di pintu lemari saya agar bisa saya lihat setiap hari, dan merasuk dalam diri saya. Hahahahahaha lebayyyyy.

Salah satu target saya yang berderet-deret itu, adalah going to foreign. Maka, membuat paspor dan mencari kesempatan ke luar negeri dengan minimum budget adalah ikhtiar yang harus saya capai.

How to make a passport, akan saya ceritakan dalam cerita lain saja yaa. Sekarang kita to the point aja How to go to Foreign, firstly. Hihihi.

Awalnya, saya melihat sebuah notes yang ditulis oleh seorang bookswriter, mbak Claudia Kaunang namanya. FYI, Saya memiliki beberapa buku-buku mbak CK ini, karena saya sangat tertarik untuk ngetrip ke luar negeri dengan minimum budget tapi dengan fasilitas nyaman, hehehe, yaaa boleh dikatakan saya adalah Flashpacker, karena kalau menyebut diri ini Backpacker, kayaknya belum deh :D

Di dalam notes nya, mbak CK mengajak para pembacanya untuk ngetrip bareng ke Singapore pas weekend dengan budget minimum. Hmm saya tertarik sangat, karena pergi ke luar negeri adalah target saya tahun ini. Namun, saya malah terlambat daftar trip ini, akhirnya saya nge-inbox mbak CK deh, dan yiiiihaaa akhirnya saya diperbolehkan daftar trip ini, dan nanti akan di list siapa-siapa saja yang boleh ikut trip ini.

Singkat cerita, saya termasuk salah satu peserta dalam trip mbak CK ini. Maka, kegiatan saya selanjutnya adalah mencari tiket murah meriah ke Singapore. Hmm, awalnya saya berencana berangkat dari Soekarno-Hatta, namun karena ternyata dari Bandara Husein (Bandung) juga ada keberangkatan langsung ke Singapore, maka saya pun memilih dari Husein saja.

Sebelum saya membeli tiket, terlintas dalam benak saya, kenapa saya nanti enggak ngetrip ke Malaysia aja sekalian, ngetrip sendirian pastinyaaa, hikss nasib masih melajang :D. Jadi, ketika acara dari mbak CK di Singapore beres, saya langsung terbang lagi ke Malaysia sendirian alias solo flashpacker. Hehehe. Maka dengan semangat berkobar-kobar untuk solo-flashpacker, saya pun memantapkan hati membeli tiket ke Malaysia juga. Dan tahukah, saya melakukan trip ini ga bilang-bilang dulu ke ortu saya looh, takut ga diijinin kalo sendirian, nah baruuu setelah mendapatkan tiket PP BDO(Bandung)-SIN(Singapura)-KL(Malaysia)-BDO(Bandung) saya pun bilang ke ortu dengan jaminan insya Alloh pulang pergi selamat sampai tujuan, dan akhirnya diijinin deh, mau gimana lagi kalau udah beli tiket? :D Entah yaaa semangat berpetualang itu selalu membuat saya exicited gini..

Oh ya, saya mencari-cari tiket murah meriah di www.utiket.com. Saya mencari flight Bandung-Singapore, lalu Singapore-Malaysia, dan Malaysia-Bandung. Yaaa lumayanlah lah saya menghabiskan sekitar 1 juta untuk ke-3 penerbangan tersebut, mbak CK sih bilang mahal enggak, murah pun enggak. Masalah tiket DONE alias bereeeessss. Oh ya, saya memesan e-tiket untuk membeli tiket Air Asia dan Tiger Ways Airlines waktu itu. Jadi, kita nanti oleh Air Asia dan Tiger Ways itu, ketika sudah membeli tiket online tersebut akan dikirimi e-mail yang isinya adalah nomor booking. Nah, attachment yang berisi nomor booking dari maskapai tersebut, nanti kita print out sendiri dan kemudian kita bawa nanti ketika kita check-in di bandara. Oh ya, saya ga pake bis ke Malaysia dari Singapore nya, karena saya ga safe aja gitu kalau harus pake bis malam SG-MY sendirian, hehe..ongkosnya pun kalo ga salah hanya 8 dollar, belum termasuk tax tapi.

Akhirnya, waktu keberangkatanpun perlahan-lahan mulai mendekat, dan saya deg-deg an sekali mendekati hari H tersebut. Jujur, karena keberangkatan nanti adalah pertama kalinya saya naik pesawat, dan pertama kalinya saya pergi ke luar negeri, dan masalah lainnya adalah SENDIRIAN pulaaaa, without someone I know before, dan parahnya lagi adalah ke negeri orang pula.

Oh ya, karena trip ke Singapore ini barengan grup nya pembaca buku mbak CK, maka saya tidak menyiapkan itinerary yang detail, karena sudah disediakan. Saya hanya mempersiapkan mental untuk berangkat sendirian ke Singapore, karena kita (booksreader nya mbak CK) akan janjian di Changi Airport Singapore (hellooowww ini janjian tapi kok di negeri orang ).

Nah, sedangkan untuk trip ke Malaysia, saya harus benar-benar menyiapkan itinerary sendiri karena saya berangkat sendiri. Saya mencari-cari tempat mana yang harus dikunjungi, mau nginep dimana, transportasi disana pakai apa, dsb. Kalau tentang perjalanan ini saya berpanduan sama bukunya mbak CK dan blog tetangga yang menuliskan perjalanannya. Terimakasiiihhh .

Intinya, ketika saya mempersiapkan first timer departure ini, almost everyday, saya selalu bertanya kepada orang-orang yang sudah saya kenal sebelumnya atau baru saja kenalan yang pernah melancong ke negeri Jiran tersebut (seperti penginapan yang cozy dan murmer dimana, tempat wisata yang cihui dimana aja, transportasi disana gimana, masyarakatnya gimana). Hahahaha intinya gw gak mau nyasar di negeri orang, dan berujung gak bisa balik hihihi, lebayyyy.

Sekitar beberapa minggu sebelum departure, sayapun searching pelbagai hal yang harus dipersiapkan sebagai solo flashpacker.

Mmm saya akan membagi persiapan saya kepada kategori:
1.    Dokumen dan data yang harus di persiapkan
2.    Barang bawaan yang harus di bawa

-Dokumen dan data yang harus dipersiapkan adalah:
a.    Prin out e-tiket, dan kemudian foto copy e-ticket tersebut sebagai back up bila ada kehilangan.
b.    Passpor, kemudian foto copy juga passpornya sebagai back up.
c.    Itinerary (kalau ga detail yaa secara garis besarnya juga ga apa-apa, asal kita tahu tujuan kita nanti mau kemana, jadi ga blank banget ya)

*FYI, selain saya mengcopy semua dokumen tsb, saya juga menscan  semua dokumen tersebut untuk disimpan di flashdisk yang nanti saya bawa kemana-mana. Saya tidak hanya menscan e-ticket dan passpor, tapi saya juga menscan akta kelahiran, npwp, ktp, pas foto, sampai ijazah dan transkrip nilai pun saya scan (hihihihi mau melancong apa mau nyari kerja sih ini :D).

-Barang bawaan yang harus di bawa,
Hmmm kalau mengenai barang bawaan, biasanya perempuan suka lebih banyak bawa barang bawaanya dari pada laki-laki. Tapi prinsip saya kali ini adalah, jangan banyak bawa barang, karena dalam tiket pulang-pergi, saya ga beli bagasi (hihi biar hemyaattt dikit lah), jadi mau gak mau barang bawaan saya gak boleh lebih dari tujuh kilo (hmm walaupun sebenarnya aturan ini ga begitu saklek juga sih ketika di Bandara, karena ternyata bagasi teman saya ada yang lebih dari tujuh kilo dan gak kena charge kok, asal jangan banyak banget aja kali yaaaa :D) .

-Barang bawaan yang harus di bawa, saya bagi ke dalam 2 tas; tas gendong besar dan tas eiger kecil yang di selendangkan.

Dalam tas eiger kecil ini (u know yaaa produk eiger ini banyak saku-saku nya, jadi walaupun kecil, bisa bawa barang bawaan segambreng hehehe I love eiger), saya membawa dokumen-dokumen penting seperti: al-qur’an kecil, tiket (foto copy nya), paspor, notes, pulpen, itinerary, buku bacaan,  flashdisk berisi dokumen yang di scan, uang kertas uang receh, atm, dompet, air minum kecil, hand phone, kamera digital+baterai, alamat dan no telepon penting di Singapura dan Malaysia (seperti KBRI-nya dan tempat kita akan menginap nanti).

Adapun dalam tas gendong besar (mmm ga besar-besar amat sih yaa), saya membawa: baju atasan 2, kaos untuk tidur 1, mukena, celana panjang 1, daleman, handuk, peralatan mandi, kain bali (multifungsi bisa dipakai untuk selimut, alas duduk, kerudungan, dll), persediaan uang, print out tiket, fotocopy paspor, npwp, akta, buku bacaan. Nampak sedikit kan? Tapi kenapa pas dipacking berulang kali tampak padat penuh itu tas saya hikss belum nanti pas pulang nya, pasti lebih dari ini (v,v).

Oh ya, si tas tersebut sebisa mungkin jangan pernah jauh dari kita, sebisa mungkin (kalau sedang outdoor) dapat kita pantau. Apalagi tas kecil tersebut, harus dijaga baik-baik ya pemirsaaa. Hahahaha pengalaman saya waktu di Singapura, mandi pun saya bawa-bawa tuh tas kecil ke kamar mandi, takut ilang soalnya hahaha (parno sama hati-hati sih ini?).

*FYI, kalau naruh uang diusahakan jangan di satu tempat yaa, jadi kalau ada kejadian yang tidak diinginkan (misal: hilang), masih ada cadangan lainnya. Nah, kalau saya sih kemarin, nyimpen uang di tas kecil, di tas besar, di saku baju, dan saku celana. Kalo mau lebih safe, pake ATM juga sih gapapa, tapi kalo ga salah pas saya ngambil duit di ATM sono di potong ampe 15ribu gitu deh.

Pertengahan September 2011 pun tiba......
Hari itu hari Jum’at sore, saya baru pulang kerja pukul setengah 6 sore, sedangkan saya harus sudah ada di bandara Husein besok, paling lambat jam 7 pagi. Maka, karena jarak dari rumah saya ke Bandara Husein itu sekitar 2,5 jam, dan alih alih khawatir besok tidak ada elf yang berangkat pukul 3 shubuh, maka saya memutuskan untuk berangkat malam ini juga ke Bandung. Dan nginep di teman saya yang baru saya kenal ketika saya test beasiswa Mien Uno.

Singkat cerita, saya pun berangkatlah malam itu ke Bandung, hmm ibu saya sempat khawatir karena putri bungsunya ini mau melancong sendirian, mana berangkat malam-malam pula. Saya hanya meyakinkan kalau ibu cukup berdo’a saja supaya saya selamat sampai tujuan, dan tidak ada apa-apa selama dalam perjalanan. Akhirnya ibu pun melepaskan saya dengan perasaan galau.

Kemudian, saya pun diantarkan oleh kakak saya yang laki-laki ke pemberhentian angkutan umum alias elf menuju Bandung. Dalam mobil tersebut semuanya bapak-bapak, hanya saya sendiri perempuan, awalnya sih deg-deg an saya juga, tapi sepanjang jalan saya komat-kamit berdo’a sampai tertidur, dan taraaaaa sampai deh di terminal Bandung untuk kemudian melanjutkan perjalanan lagi menuju daerah kost-an teman saya itu.

Eh yaaa, dan ternyata teman saya baru bisa jemput saya sekitar jam9an, akhirnya saya ngadem dulu deh malam-malam di mesjid Unpad DU, sekalian nostalgia ma kampus . Akhirnya sekitar pukul setengah 10an pun teman saya mbak Dindun datanglah menjemput memakai kuda putih, eh salah memakai motor matic maksudnya hehe. Sampai di kostan kita ngobrol-ngobrol dulu, dan leeeppp bobo lah kita.

Shubuh-shubuh sekali saya bangun, mandi, dan beres-beres perlengkapan, sholat shubuh, dan siap-siap mau berangkat. Mbak Dindun pun mengantar sampai ke depan kostan, dan saya pun berangkatlah naik angkot Caringin-Sadang Serang menuju arah Bandara Husein Sastranegara (jiaaaaaa orang lain pake taksi ini mah naik angkot hihihi, bodo amat ahhh), bayarlah Rp 2500,-. Kemudian turun di gerbang depan Husein, saya pun meneruskan memakai ojek ke depan bandara dengan ongkos lima ribu rupiah, hmm sebenarnya kalau mau jalan kaki sih bisa cuma 1 kilo an aja, tapi kan saya lagi ngejar waktu dan gak mau aja gitu nyampe depan bandara ngos-ngosan kayak dikejar-kejar orang .

Saya pun sampailah di depan bandara, dan masuk ke arah departure. Dan sebelum saya menscan tas, air minum yang saya bawa saya buang dulu, ahahaha karena air minum nya 600ml, takut disuruh dibuang ntar juga. Dan akhirnya saya menscan semua barang saya ketika masuk, kemudian mendatangi counter Air Asia sambil menyerahkan print out tiket dan paspor untuk mengambil boarding pass, kemudian menuju meja pembayaran airport tax, dan membayar lah Rp.75.000,-. Hmm lumayan lebih irit setengahnya bila dibanding berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta yang tarifnya Rp.150.000,-. Oh ya, ketika petugas Air Asia melihat paspor saya yang kosong melompong belum ada cap satu pun, dia menanyakan apakah sudah beli tiket untuk pulang kembali ke Indonesia, saya pun bilang sudah, mm karena kalau belum beli tiket pulang, bisa jadi di ignore untuk masuk ke Singapore. Karena disangkanya kita mau bekerja di negeri orang. Hayyahhhhh.

Okeyy karena loket imigrasi buka pukul 07.00, maka sayapun leyeh-leyeh dulu duduk di kursi sambil mengumpulkan nyawa dan melawan kekhawatiran yang terus menerus membayangi. Oh ya, nanti ketika kita membawa boarding pass, kita juga akan dikasih kartu untuk diisi dan dikembalikan ke bagian imigrasi ketika kita lewat nanti. Nah, makanya jangan lupa bawa PULPEN yaaa, masa minjem, berabe doong .

Jam 07.00 pun tiba, dan loket imigrasi di buka, sayapun ikut ngantri, ketika tiba giliran saya, saya menyerahkan paspor, boarding pass, dan kartu yang saya isi tadi. Sambil melihat-lihat paspor dan boarding pass saya, petugas pun bertanya: neng dari Ciamis?|saya: iya (dalam hati halaahhh)| petugas: sudah punya tiket pulang? | saya: sudah pak | petugas: mau berapa hari disana? | saya bilang: 5 hari pak | petugas: masih kuliah apa udah lulus? | saya: udah lulus pak | petugas: nanti pulang lagi kesini ya, jangan bekerja disana | saya: hadeuhhh bapaaa ga atuh.
 Akhirnya petugas itu membubuhkan cap di paspor saya, yang menandakan paspor saya sudah tidak ompong lagi . Melewati loket imigrasi, kemudian melewati tempat scan barang lagi, lalu kemudian saya berjalan ke arah keberangkatan internasional, dan menemukan dua jalan, ke kanan ke arah Malaysia, ke kiri ke arah Singapura.  Dan berbeloklah saya ke arah kiri. Para penumpang di pagi itu masih sedikit, saya pun menunggu di kursi tunggu sambil melihat ke arah kaca dengan pemandangan pesawat-pesawat. Sambil menunggu pengumuman penumpang dipersilahkan naik, saya pun foto-foto dulu, lalu hot spot-an. Dan akhirnya penumpang dipersilahkan naik pesawat deh, sayapun naiklah. Dan untunglah saya kebagian duduk di kursi yang dekat jendela, sehingga bisa melihat pemandangan daratan dari atas.

Sebelum naik pesawat, saya menyempatkan dahulu untuk memfoto pesawat Air Asia tersebut. Ambooyyyy begitu exicited nya saya ketika pertama kali naik tangga pesawat ini, senyum-senyum gak jelas, hahaha agak-agak lebay sihh, tapi emang gitu kok. Saya pun masuk dengan iringan senyum pramugara dan pramugari serta kapten pilot yang ehmm ganteng :D.

Disamping saya ternyata ada anak SMA (cowo) yang hendak pergi ke Singapore (dia pun sendirian), katanya mau nonton konser apaaaa gitu, kagak kedengeran. Wahh dia aja berani masih SMA, saya pun harus lebih berani doongg secara lebih tua gini.

Waktu di pesawat, penumpang pun di kasih kartu lagi (kayaknya kartu imigrasi Singapore). Yaa saya pun ngisi identitas lagi (once again, don’t forget to bring a pen).

Penerbangan dari Bandung ke Singapura itu kurang lebih 2 jam perjalanan yaa. Saya berangkat dari Bandung sekitar 07.30 dan sampai sekitar 10.30. Nah loh, itu mahh 3 jam perjalanan dooonggg. Eitss, jangan salah kira dulu, karena Indonesia dan Singapore itu beda 1 jam, lebih cepet jam Singapore. Its mean, kalo kita nyampe 10.30 waktu Singapore, berarti di Indonesia masih 09.30.

Akhirnya, sampailah saya di Changi Airport. Wohoooooooooo seneng bangettttt tiada terkira, akhirnya saya bisa sampe juga di negara orang. Nah, sekarang waktunya ke bagian imigrasi yang ada di terminal ini. Ckckckck ini Changi Airport gedeeeeeeee beuttttttt ya, sampe saya gak tau musti ke sebelah mana ini imigrasi sih? Hahahaha. Yaaaa dengan modal gak tau malu, saya pun ngikutin arus orang-orang yang tadi pada turun dari Air Asia aja deh. Sayapun ngekorin 3 orang mbak mbak. Nananana hati riang senang horeee udah nyampe negeri orang. Namun, ketiga orang itu tiba-tiba nyamperin saya. Mbak bisa minta tolong dipotoin? Saya: boleh|mereka (setelah pemotretan): mbak mw ke singapur juga?| saya: iya|mereka: mbak sama siapa?|saya: sendiri|mereka: wahh ga takut mbak?|saya: ya gitu deh|mereka: ya udah kita ngikut mbak aja deh, mbak nginep dimana?|saya: di Bugis, lohh? Emang kalian pada mau nginep dimana tadinya?|mereka: ga tau|saya: lohh, tapi saya nanti ketemuan sama teman-teman lain, jadi ga bisa bareng dulu, ya udah gini aja, nanti kalian cari aja penginapan ABC Bacpackers di daerah Bugis, saya nanti nginep disana kok|mereka: oke dehh, mbak emangnya nanti mau kemana aja?|saya: yaa macem-macem, ada itinerarynya kok|mereka: wah coba liat mbak, (lama-lama) mbak itinerarynya kita foto yaa, buat rute kita juga|saya: wahahaha sok aja deh.

Nah loh, niat hati tadi mau mbuntutin kemana mereka pergi, malah saya yang dibuntutin hahaha, padahal sama aja saya juga dak tahu apa-apa. Akhirnya kita pun bareng-bareng menuju kantor imigrasi. Hhh akhirnya ketika paspor saya udah diliat-liat dan cap cap cap, yang berarti saya di approve untuk masuk Singapore. Yeeeeyyyy yipiiiiii bisa masuk Singapura. Akhirnya saya dan para mbak2 tersebut berpisahlah di depan imigrasi, mereka saya kasih solusi untuk naik MRT di terminal 2 ehh apa 3 yaa, lupa. Dan saya berjalan ga tahu kemana, yang penting nyari Singapore Visitors Centre, karena saya janjian sama books writer Claudia Kaunang disana.

*FYI, usahakan kalo bepergian itu bikin itinerary yaaa temans, sayang sekali kalau waktu kita terbuang cuma-cuma hanya untuk nyari tempat buat nginep, mau jalan-jalan kemana aja,  naik transportasi apa aja, dsb. Yaaa walaupun di lapangan antara itinerary dan prakteknya sedikit berbeda karena suatu dan lain hal, at least kita udah punya pegangan gitu 

Wedehhh, daripada nyasar, sayapun nanya petugas where’s the SVC? Mereka pun menunjukkanya, dan akhirnya ketemu jugaa dehh sama mbak CK, dan book readers yang lain, dan kita pun kenalan lah sama mereka.

Oh ya, untuk yang belum punya informasi tentang Singapore, di Changi banyak bangettt, mau itu jadwal MRT, paket tour, map Singapore, ah apapun pokonya tentang Singapore bisa didapat di sana, lengkap dan gratis tentunya.

Sambil nunggu teman2 lain yang belum pada dateng, kita saling kenalan dulu, hmm namanya tukang jalan-jalan suka langsung cepet akrab nih, kompak lah kita :D. Kitapun makan dulu roti isi daging yang dibawa mbak mimi, wahahaha kita-kita ternyata pada laper, terbukti langsung habis itu makanan. Eh dan taunya ada temen kita yang belum nyampe ke SVC, kata mbak CK nyasar sampe ke terminal 3. Untungnya 1 jam kemudian ketemu deh.

Oh iya, kalau ada yang mau minum tinggal cari di sekitar terminal 1 ada air minum gratis kok, langsung dari kran-nya, tinggal pencet dan blussss langsung keluar air, tinggal majuin mulut deh ga usah pake gelas segala. Kalau saya sih dimasukin ke botol yang di bawa dari Indonesia, baru minum, dan buat persedian juga, lumayan mahal kalo beli air soalnya, sekitar 2-3 dollar untuk air minum kalo ga salah, apalagi di USS bisa ampe 5 dollar deh (hmm itungan saya masih Indonesia banget, apa-apa dikalikan Rp7000,- hihihi), ada juga sih yang murah di 7eleven (semacam alfamart) sekitar 1 dollar 20 sen, tapi saya ga nemu uy kalo di Changi mah. Jadi, usahakan bawa botol kosong aja yaa, trus diisi deh itu botol, kayak air kulkas kook, dingin gitu.

Dari Changi, berjalanlah kita ke arah luar, naik bis untuk kemudian makan di Restoran Makanan Laut Chai Chee. Kabarnya, restoran ini salah satu restoran seafood terkenal lohhhh di Singapura. Wahhh, saya memang berangkat dari Bandung tadi belum makan apa-apa, walhasil semua yang dihidangkan disana ludesssssss, saya nambah sepiring lagi apa 2 piring gitu hihi, hmmm pokoknya LEZATOS bangettt deh, yang ke Singapura, wajib kesini, kalo enggal nyesel deh (die die must try, orang Singapore bilang). Dan tau-nya yaaa, ketika beberapa hari saya kembali ke Indonesia, ada artis dari Indonesia, Jupe dan artis lainnya yang kabarnya mau ngisi acara di KBRI, makan di tempat itu juga di hari yang sama, tapi beda waktu, wahhh padahal kalau barengan kan seru yaa, bisa minta foto bareng #ups hahaha.

Beres makan, kita numpang sholat di lantai 2 restoran ini, hmm ibu pemilik restoran ini baik sekali ya, mau meminjamkan tempatnya untuk kita sholat. Anyway, waktu dhuhur disana sekitar pukul 1, bukan 12 yaa .

Dari Restoran Makanan Laut Chai Chee, kita pun meneruskan perjalanan lagi,  kemana lagi kalau bukan ke daerah Merlion dan sekitarnya. Oh ya, waktu itu kita selain ditemani mbak CK juga ditemani mbak Nathalie yang ternyata orang Bandung lulusan UNPAR yang kerja di Singapura.

Spot pertama yang dikunjungi bertemakan CULTURE and LANDMARKS. Yaa kita ke bangunan-bangunan bersejarah ataupun modern di Singapura ini, cucok banget lah untuk dijadikan background foto. Kita diajak ke daerah CBD (Central Business District), MRT City Hall dan Raffles Place. Nah, disana ada tempat-tempat yang harus dikunjungi (kalo enggak must must die try yaa ). Tempat itu apalagi kalau bukan Merlion Statue (itu looh patung ikan berkepala singa yang lagi nyemburin air ), Fullerton Hotel (yang dulunya kantor pos, oh yaa pas kita kesini ada yang lagi foto prewedd huaaaoo :P), Esplanade Theatre On The Bay (bangunan yang kayak buah durian, ada cucuk-cucuk nya gituu), Raffless Statue (Raffles Landing Site), Parliament House, The Art House, Victoria Theatre & Concert Hall, Asian Civilisation Museum, ke sekitarannya Marina Bay Sands, Marina Barrage (bendungannya orang Singapura, dan diatas Marina Barrage ini kita bisa ngeliat sekitaran Singapura dari atas), Art Science Museum, ke Universal Studio Singapore (numpang moto di depan globe nya doang, abisaan kalo masuk lumayan mahal), mampir sentosa sedikit, trus ke daerah Chinatown, liat-liat temples, ke Sri Marriamaman Temple, lanjut ke Pagoda Street (disana terdapat night market versi ChinaTown, murah-murah barangnya harus nawar tapi), lanjut  terus ke Clarke Quay (katanya sih happening banget ni tempat, tapi biasa aja kata saya mah hihihi, abisan cuma ada resto-resto dan bar-bar, yang memang dibangun di sepanjang Sungai yang bersih tentunya), lalu ke Kampong Glam dan Little India yang cuma numpang lewat aja abisan malam minggu suka desek-desekan booo (males juga kaan kalo saya sebagai cewek mah, risih gitu deh), abis itu ke hostel di daerah Bugis. Haaa yaaa dan saya ga inget semua tempat yang dikunjungi, hahaha makanya entar2 mah harus bawa rekaman ahhh..Duh pegel juga deh tadi walking tour-nya.

Oh ya, kita nginep di Paradiso, daerah Bugis (dekat MRT Bugis), tepatnya ada di jalan Kubor. Hoooo taukah kamu Kubor itu kata mbak CK berarti kuburan, hahaha pantesan ni daerah depan hostel sepi-sepi aja, ternyata kuburan toh. Hhh. Dan gak jauh dari situ ada Mesjid yang gede, Mesjid Sultan namanya, tadinya saya mau shalat disitu, tapi karena kelelahan akhirnya sholat di hostel aja deh. Oh yaa daerah Bugis itu deket juga sama daerah Arab street yaa.

Yang mau nginep di Paradiso, jangan khawatir jangan bimbang, tempatnya bersih kok, ada wifi nya, dikasih sarapan, ada AC, dikasih bantal, selimut, handuk, loker, dan yang buat doyan belanja tempat ini deket banget sama bugis junction, salah satu tempat belanja yang murah (hmm kalo saya sih cukup liat2 mupeng doang deh, belanja dikit aja lah yaa). Oh yaa biasanya kalau mau nginep di hostel, kita nambahin uang 10 dollar Singapura, sebagai jaminan kali yaaa, ntar juga dibalikin kok, pas kita check out.

*FYI, bagi yang doyan belanja dengan harga miring tapi model terkini, bisa dikatakan Singapura tempatnya. Hmm kalo saya sih belanja seperlunya aja (walaupun gatel pengen belanja , saya harus inget prinsip jangan belanja kelewatan disaat flashpacking/backpackingan, de). Teman-teman bisa dateng ke Mustafa Centre di daerah Little India yang buka 24jam, atau ke daerah Chinatown, Bugis Junction, atau Bugis Area Market (yang ini lebih murah daripada Bugis Junction),

Nah, malam harinya setelah makan malam di sekitar Bugis (apa Arab street ya?), waktunya istirahat, karena besok mau ngukur jalan Singapura lagi. Hiaaa dan saya baru inget belum ngabarin orang rumah, hihihi, pas ngechek sms, ibu saya udah beberapa kali nelpon dan ngesms, salah satu isinya bilang gini “de, meni ga dibales ibu ngesms teh” hihihi adeuhhh ibu saya khawatir anaknya nyasar-nyasar. Karena saya ga punya pulsa (gubrakk kere bangett deh gw), akhirnya saya ngabarin dengan chatingan pake YM deh sama ibu, hihihi untung ada wifi, jadi gretong deh . Ibu pun bilang, besok lagi chatingannya, akhirnya saya pun tiduurrrr, sekamar sama mbak mimi, mbak ririn, gita, dan nani.

Besoknya, setelah sholat shubuh (ingat disana shubuh sekitar jam 6), mandi, lalu saya sarapan ehh saya ketemu sama orang Malaysia yang lagi backpackeran juga ke Singapura. Hahaha padahal besok saya mau ke KL, jadi tanya dulu lah dikit-dikit tempat yang wajib dikunjungi disana. Btw mengenai makanan di Singapura, tenang aja di banyak makanan halal kok, kalau masih ragu ya tanya aja sama pedagangnya, atau liat kalau ada tulisan NO PORK NO LARD itu artinya insa Alloh halal.

Terus, sekitar jam 9, kita jalan kaki ke MRT bugis, mau jalan-jalan ke daerah Orchard. Yapp benar sekali jangan pernah ngaku ke Singapura kalau ga mampir ke Orchard Road ini. Walaupun kamu-kamu ga suka belanja, at least window shopping la yaaa (pasti gatel sih kalo ga beli 1 atau 2 barang sebagai oleh-oleh mah). Huakakakakakak, tema kali ini adalah mall ke mall. Kebanyakan sih saya cuma window shopping doang disini, sama nganterin yang belanja. Bukan karena saya ga doyan belanja, tapi karena tekad saya jalan-jalan adalah untuk melihat dunia,  dan saya gak mau nafsu belanja saya menodai perjalanan ini (hiaaaa sok banget deh gw, bilang aja kere :D). Di daerah Orchard saya cuma belanja sekitar 5 dollar aja di Takashimaya yang lagi diskon gede-gedean hahaha, ngirit booo buat saving budget ke Malaysia besok.

Oh ya, kalo dari MRT Bugis mau ke Orchad itu harus 2 kali ganti MRT. Yang pertama naik yang jalur hijau arah Joo Kon kemudian jangan lupa turun di MRT City Hall, kemudian transfer naik yang jalur merah  arah Jurong East turun di MRT Orchard. Eh, tapi saya berhenti di MRT Dhoby Ghaut deh, habis itu jalan kaki deh sepanjang Orchard Road. Hiaaa intinya asal kamu ga buta peta, insa Alloh kamu susah banget untuk tersesat di Singapura ini, karena detail bangett petunjuk arahnya.

Sepanjang Orchard Road ini, saya melewati Istana Negara-nya Singapura, terus di sebrang jalannya ada Istana Park nya (jadi, Istana sama Park nya kepisah oleh jalan raya), Concorde Shopping Mall, Orchard Central, 313Somerset, Orchard Shopping Centre, Orchard Building, Mandarin Gallery, The Heeren, Ngee Ann City/Takashimaya, Embassy nya New Zealand dan Polandia, The Paragon, Lucky Plaza, Wisma Atria, ION Orchard, H&M, Tangs Depstore, dan lupa lagi apaa yaaa haha abisan sepanjang jalan itu isinya mall semua atau hotel. Oh ya, sepanjang Orchard Road ini rata-rata mall nya nyambung-nyambung gitu dari satu mall ke mall lain, makanya daerah Orchard ini suka dibilang Orchard Road Shopping Belt, ya itu karena saling terhubung dari satu mall ke mall yang lain sehingga ga kepanasan ataupun kehujanan. Dan hebatnya, Negara tetangga ini walapun jarang ditemui tempat sampah di jalan sekitar Orchard tapi ini jalan bersih nya booo, cuma daun aja kali yang berserakan karena jatuh. Oh ya, saya ingetin jangan buang sampah dimana aja yaaa, CCTV mereka dimana-mana looo, kan ga lucu juga kena denda hanya karena buang sampah sembarangan.

Selain window shopping, saya makan siang dulu deh habiss laper banget, saya ga tau mesen apa, yang jelas enak dan halal pokoknya . Oh ya, habis itu kita makan Uncle Ice Cream dulu seharga 1 dollar aja. Kenapa disebut Uncle Ice Cream, yaa karena rata-rata yang jualannya bapak-bapak yang udah tua. Hmm enakloohh ada yang rasa cappuccino, tiramisu, coklat, kalo saya sih pilih yang rasa mint aja, segeeerrr. Oh ya, pilihan ice creamnya ada ice cream yang biasa yang dimasukin ke cup, sama ice cream yang dipotong gede terus dimasukin ke roti gitu. Saya sih nyobain yang dipotong.

Ngomong-ngomong mengenai orang yang udah tua, hmm saya suka miris ngeliatnya pas ke Singapore itu. Masa yaa, udah nenek-nenek masih kerja di foodcourt nya mall-mall itu, jadi yang officegirl nya pula alias tukang beres-beresnya, iya kalo pengunjungnya sedikit,m lahh di Singapore mana pernah mall pengunjungnya sedikit. Lain waktu saya nemuin nenek-nenek jadi cleaning service di changi air port, hmm saya suka mikir sendiri, ini kemana anak-anaknya yaaa, secara Singapore itu negara maju, masa iyaa anak-anaknya ga bisa nampung ibu nya di rumahnya, hmm apa mereka ga punya anak juga yaa. Hmmm entahlah, yang jelas saya bersyukur tinggal di Indonesia, karena makan ga makan harus kumpul, makan ga makan ada yang ngurusin apalagi kalau udah tua.

Balik lagi ke perjalanan ini, setelah beli uncle ice cream, kita menuju MRT Orchard, untuk kembali ke Bugis, karena trip ini sebentar lagi bubar, yang lain udah pada mau pulang ke Jakarta, Palembang, Banjarmasin, tapi saya dan 4 teman saya masih nginep satu hari lagi di Singapore, kalau teman saya yang lain pada mau ke Universal Studio Singapore dan Singapore Flyer dulu, kalo saya mau melanjutin perjalanan saya ke KL esok harinya.

*FYI, untuk naik MRT ini, kesemuanya harus beli lewat mesin tiket, atau disana dinamakan GTM (General Ticketing Mechine). Jadi, ketika kita tiba di shelter MRT Orchard, misalnya, sebelum naik kita beli tiket dulu di GTM ini, caranya: 1. Pencet dulu MRT tujuan kita (GTM ini touchpad yaa system nya), 2. Lalu pilih Buy Standar Ticket, 3. Nanti disana muncul harga yang harus kita bayar, 4. Misalkan kita harus bayar 2 dollar 5 sen, tapi kita ga punya receh 5 sen nya, tinggal masukan aja uang 3 dollar atau lebih dari itu, asal jangan lebih dari 5 dollar (apa 10 dollar yaa ?), 5. Tunggu tiket keluar dari mesin, dan tunggu uang kembalian dari mesin. Beres dehh, tinggal lewatin pagar yang menghalangi dengan menempelkan tiket yang tadi kita beli ke mesin yang dipagar tadi, hehehe. Gampangkan, ohh iya, kalau tiket kita ga bisa ke baca pas kita mau ngelewatin pagar itu, tinggal ngehubungin petugas yang sedang jaga di loket yang letaknya ga jauh dari sana. Bereesss deh, dan ga usah panic. Nah, habis itu kita naik MRT tujuan kita deh, jangan salah naik dan turun yaa, pokoknya perhatikan lampu yang berkedip-kedip diatas MRT itu yang menunjukkan kita sedang berada di MRT mana atau next destination kita mau ke MRT mana. Setelah kita sampai di MRT tujuan kita, jangan lupa kita kembalikan tiket yang tadi kita beli itu untuk mendapatkan uang deposit sebanyak 1 dollar yang tadi kita bayar ketika beli tiket, jadi misalkan tadi kan kita bayar 2 dollar 5 sen, nah, sesungguhnya harga tiket itu adalah 1 dollar 5 sen, karena yang 1 dollar nya masih milik kita, jika kita mengembalikan tiket itu. Caranya sama kaya pas beli tiket, hanya saja pas tombolnya pilih refund ticket (kalo ga salah) hehe, nanti keluar uang 1 dollar deh.

Akhirnya, sampailah kita di MRT Bugis, teman yang lain karena pesawatnya pukul setengah 7, jadi sore itu langsung berkemas untuk segera ke Changi, sedangkan saya dan 4 teman lain, nyampe penginapan, langsung ngukur jalan lagi ke Bugis Area, apalagi kalo bukan buat belanja oleh-oleh yang murah hahahaha. Yaaa kalo saya cukup dengan beli gantungan kunci, kaos, dan coklat aja deh :D yang penting sih fotonya, seperti kaka saya bilang, no photos ur trip is HOAX hahahaha, ogah la yaaa. Oh ya, malamnya, teman sekamar saya malah pergi lagi mau naik Singapore Flyer, saya sih ga ikut, selain udah malam juga untuk saving money aja untuk terbang besok (secara lumayan mahal juga ke Singapor Flyer). Hmmm walhasil saya tidur deh. Udah dulu yaaaa cerita Singapore sampai disini, cerita ke KL saya akan tulis besok aja deh, ini udah kepanjangan banget ceritanya :). Yang jelas, perjalanan saya berikutnya akan lebih excited karena besok jalan sendiri. Ada apa disana? Ditunggu aja yaaa ceritanya :). Terimakasih udah sempetin baca tulisan saya :)
















Kamis, 24 November 2011

intermezo: tragedi baso tahu

Suatu siang:

saya: mang, meser baso tahu (mang beli baso tahu)

emang tukang baso tahu (etbt): mangga neng, bade naon wae meser na? (silahkan neng, mau pake apa aja belinya?)

saya: mmm asal tong ngangge rapia w mang *nyaring dan pede pisan ngomongnya* (mmm asal jangan pakai rapia aja mang)

etbt: *mikir sambil mesem2*

tukang jualan mie ayam yang lagi duduk di belakang nimpalin: neng, maenya baso tahu ditalian? (neng, masa baso tahu diiket?)

saya: eh, entong angge paria mang maksudna hehehe *baru ngeh+gendok* (eh, jangan pake pare mang maksudnya hehehe)

etbt: hihihi iya neng

saya: sabaraha mang? (berapa mang?)

etbt: 5000 neng

saya: ieu mang acisna *ngaciirrr malu*]]

*heloooww kalo makanya kalo ngomong itu ga pake toa yaa, kalo rapia itu=tali yang terbuat dari plastik, kalo paria (pare) itu itu yaa sayuran yang pahit itu lohhh...

                                                          paria (pare)

                  tali rapia
 








                                                         



#semua gambarnya ngunduh dari mang google.com

Hadiah Ulang Tahun dari Anakku

Alhamdulillah syukur tak terhingga atas nikmat-nikmat Alloh yang diberikan hingga detik ini. Alhamdulillah Alloh amanahkan kepada kami anak ...