Rabu, 30 Januari 2013

Solusi Sampah Untuk Bandungku

Bandung,review,Bandungreview


Suatu hari saya pernah mengikuti pelatihan Zero Waste Lifestyle yang diadakan oleh YPBB di Bandung. Ngeri amat deh, karena fakta menunjukkan bahwa sampah yang dihasilkan di kota Bandung bila diakumulasikan bisa mencapai 10x lipat luas Candi Borobudur perbulannya, percaya gak sih? Kalau saya sih percaya aja, soalnya sampah-sampah dipinggir jalan Bandung saja sudah berserakan dimana-mana, bak sampah di tempat pembuangan sampah juga sudah penuh sampai tidak muat menampungnya, belum lagi perilaku orang yang buang sampah langsung ke sungai dengan seenaknya tanpa merasa bersalah.

Itu baru sebagian kecil saja masalah sampah yang ada di Bandung. Selain itu masih banyak lagi. Coba saja di Gasibu atau Monumen sedang ada acara seperti konser musik, pameran, racing, pasar minggu, atau lainnya, pasti bisa ditebak yang tersisa pada akhir acara adalah sampah berserakan dimana-mana. Apakah ini disebabkan karena waktu acara tersebut tidak disediakan tempat sampah yang memadai sehingga pengunjung bingung hendak membuang sampah kemana, atau memang perilaku pengunjungnya saja yang enggan untuk menyimpan sampah ditasnya terlebih dahulu dan membuang sampah ketika telah menemukan tempat sampah, waduh entahlah tebak saja sendiri.

Menurut saya Bandung merupakan kota yang seperti magnet, karena begitu kuatnya dorongan dari orang-orang di luar kota Bandung untuk datang kesini. Bagaimana tidak, tempat kuliah favorit di Indonesia ya ada di Bandung ini, ITB dan UNPAD, sehingga para tamatan SMA/Sederajat dari seluruh penjuru Indonesia pada awal tahun pelajaran akan berbondong-bondong untuk kuliah di Bandung. Selain itu, Bandung juga terkenal dengan factory outlet, wisata kuliner, dan wisata alamnya, sehingga hal tersebut menjadi salah satu faktor pendorong orang-orang untuk datang ke Bandung. Nah, banyaknya orang-orang yang melakukan aktivitas di Bandung berbanding lurus dengan volume sampah yang ada di Bandung. Jadi intinya, semakin banyak orang yang melakukan aktivitas di Bandung, maka akan semakin banyak pula sampah yang dihasilkan di Bandung ini.

Banyaknya timbunan sampah di Bandung ini, mengakibatkan beberapa kerugian. Diantara kerugian yang ditimbulkan oleh sampah ini adalah, banjir, bau tidak sedap, menghambat perjalanan ketika berlalu lintas, menimbulkan penyakit, sungai menjadi terkontaminasi, sistem drainase tersumbat, merusak pemandangan keindahan kota Bandung, dsb. Lalu bagaimana solusinya agar Bandung bebas dari sampah?

Wah, kalau nanya hal ini, saya akan menjawab begini:

1. Mengedukasi masyarakat untuk mengompos sampah rumah tangganya sendiri di tiap rumah nya masing-masing, yaitu dengan membuat keranjang Takakura (untuk yang tidak punya lahan luas) atau mengomposnya sendiri di kebun.

2. Membuat peraturan daerah supaya tiap rumah yang menghasilkan sampah rumah tangga, harus dipisah-pisahkan terlebih dahulu, mana yang organik dan mana yang non-organik. Kemudian sampah yang organik harus dikompos sendiri di rumah masing-masing, dan yang non-organik akan diangkut oleh petugas untuk di daur ulang. Bila tidak dilakukan maka akan didenda berkali-kali lipat mahalnya.

3. Membatasi jumlah sampah yang hendak diangkut oleh petugas, misalnya tiap sampah non-organik yang dihasilkan tiap rumah tidak boleh lebih dari 1 kg perharinya,  dan bila melebihi maka akan di denda berkali-kali lipat mahalnya.

4. Memasang CCTV ditempat-tempat umum, bila ada yang ketahuan membuang sampah seenaknya, segera diambil peringatan oleh pihak terkait.

5. Menyediakan tempat-tempat sampah di berbagai ruang publik.

6. Membatasi penjualan plastik dan stereofoam

Nah, dari kesemua opsi ini hanya mungkin terlaksana bila ada kesadaran dari masyarakat Bandungnya sendiri. Walaupun sistem yang diberlakukan dibuat seketat dan sebagus mungkin, namun bila dalam pelaksanaannya tidak ada kesadaran dari masyarakat ataupun kontrol yang ketat dari pembuat kebijakan, maka akan sulit untuk membuat Bandung bebas dari sampah. Salam hijau Bandungku ya teman.

Oleh: Sri Ratna Wulan
@deanilucu

Selasa, 29 Januari 2013

Urgensi Mushalla di Mall



Hari ini saya mau nonton film Ainun Habibie yang ke-2 kalinya sama teman. Tapi sebelumnya saya ke perpus dulu dan pulang sore. Teman saya pun mengsms sebelumnya, dan pas 20 menit kemudian saya pun membalasnya, dan pending. Lah ni temen saya ga bener nih, katanya mau nonton giliran di telepon terus di sms eh malah pending, kaya mati gitu hp nya. Wes lah pikir saya, kayaknya dia ketiduran deh. Kemudian saya pun pulang lah, tapi sebelumnya saya beli dulu memory card untuk MP3 saya, waduhh harganya naik lagi masa yang 4 GB jadi 35 ribu, padahal sebelumnya 30 ribu doang. Kata abang-abangnya sih udah naik seminggu ini. Hoalah kenapa ga minggu kemarin aja saya beli nya yak.
Setelah beli memory card, saya pun lapar, baru inget kalo dari pagi belum makan. Baru makan mie ayam aja hahaha belum makan nasi kan belum makan orang Indonesia mah. Saya pun beli lah gorengan, kemudian diteruskan membeli ayam penyet bu Erte yang terkenal enak banget kalau di Monumen Dipati Ukur. Sebelumnya sih saya mau beli soto Purbalingga, tapi ternyata ga jualan. Nah pas baru aja saya mau makan, teman saya pun bales sms katanya dia ketiduran, nah kan bener saya bilang. Dan dia sebentar lagi on the way mau nonton di BIP. Widihhhhh, baru aja saya mau makan, walhasil saya cepet-cepet makannya mana panas lagi, tidak diresapi karena langsung nelen aja hehe. Karena saya khawatir temen saya keburu jemput di halte, maka saya bungkus aja deh sebagian makanannya dan bergegas kesana. Halte damri pun menjelang jam sore, disana ternyata ada seorang ibu yang ketinggalan Damri, dan kini dia sedang menunggu menjemput dari Jatinangor. Ternyata suami ibu itu dosen juga di Riau tapi, dan sekarang sedang mengambil S3 di Unpad. Keren yaa. Sama ibu itu pun saya ngobrol ngalor ngidul. Lamaaaa banget kita berdua nunggu jemputan, ya suami ibu itu, ya temen saya juga. hadeuhhh mana bau pesing lagi nih halte, cape dehhh. Akhirnya suami ibu itu pun datang lah, pas temen saya pun nyampe pula, lah ternyata dia dari Rumah Sakit dulu, beuhh tau gitu makan nya tadi diabisin dulu deh. Haha.
Kita pun meluncurlah ke BIP, karena waktu sudah menjelang maghrib, kita pun sholat maghrib dulu di BIP. Saya sangat apreciate sekali deh sama mall BIP, karena punya mushalla yang nyaman. Saya suka kepikiran deh kenapa sih mall-mall itu jarang banget punya mushalla yang nyaman, padahal kalau kata saya salah satu kebutuhan dari pengunjung di mall itu ya tempat ibadah, alias mushalla yang nyaman dan ga sempit, apalagi pengap. Kalo mushalla di mall Braga ya gitu deh, di pojok dan pengap, lumayan bersih sih, tapi ga nyaman saya mah kalo pengap. Nah kalo di PVJ ya ga ada mushalla banget, kalo mau sholat ya keluar komplek PVJ dulu, nah disekitaran PVJ sana baru ada mesjid punya masyarakat kayaknya. Kalo di Kings pengap juga sama, ini mah bukan mushalla tau apa deh namanya, seadanya banget. Kalo di Pasar Baru mah enak ada mesjidnya di atas gedung, jadi ga perlu khawatir kalo lagi belanja terus pengen shalat. Kalo mall BSM sama Ciwalk saya belum pernah ke mushallanya sih, apakah ada atau tidak.  
Jadi menurut saya adanya mushalla di mall itu amat sangat penting sekali. Orang juga kalo pergi ke mall ya ga konsumtif-konsumtif juga kali, kalo gilirannya udah masuk waktu shalat ya pengen shalat dulu lah, baru dilanjut belanja lagi. Nah, fenomena kemarin di mushalla BIP, pas waktu shalat maghrib banyaaakkkk banget yang hendak shalat dari mulai pengunjung sama karyawannya, untung mushallanya gede, bersih, dan nyaman, jadi ketampung deh semua. Itu menunjukkan orang-orang juga ke mall itu ya ga belanja doang kali. Makanya pihak pengelola mall seharusnya membangun fasilitas yang membuat nyaman bagi pegawai dan konsumennya. Kalo pengen mall nya laku, kayaknya perlu dibangun mushalla yang nyaman, bersih dan ga pengap seperti di BIP deh. Hehehe #inibukanpromosi#. Ya mungkin bisa dikatakan mushalla di mall itu sebagai bagian dari CSR nya pengelola mall. Bukan begitu?
Oh ya, beres shalat kita pun nonton film Habibie-Ainun lagi. Nah, walaupun saya sudah tau jalan ceritanya karena sudah pernah nonton minggu kemarin, ehhhh masih nangis juga. Waduhhh cewek cewek. Hehe. Sekian. 



Kamis, 10 Januari 2013

Itinerary to Bangkok for Firsttimer

As I promised you in my previous Notes, here's the ultimate step-by-step recommendation in Bangkok. Bring this along with you... so you'll never miss any precious travel moments there. Enjoy!


Passport and Visa
Indonesian needs no visa and there is a regulation of minimum 6 months passport validity to enter Thailand. The maximum stay for business and leisure is 30 days.

Flight
There are numerous flight services from Jakarta to Bangkok and vice versa. For those living outside Jakarta, there’s a connection in either Singapore or Kuala Lumpur before reaching Bangkok. You can choose Full Board Airlines such as Garuda Indonesia, Thai Airways, or Singapore Airlines. Or if you prefer the budget option, go for Mandala-Tiger Airways, Air Asia, or Jetstar. All of the above mentioned airlines are landed in Suvarnabhumi International Airport, except Air Asia. Starting three months ago, Air Asia moved to Don Mueang International Airport. While Suvarnabhumi is served with an airport link train, the easiest way (though not the cheapest) to reach downtown Bangkok from Don Mueang is by taxi. But if you’re thinking if cheaper option, go for local. There are some services

Local Transportation
Bangkok is blessed with reliable and cheap mode of local transportation. When I was there in the 1990s, Bangkok was jammed so bad that going from one place to another can take more than 2 hours. But it’s a lot better today, with its BTS (Bangkok Sky Train) and MRT, Silom to Siam can be reached with less than 15 minutes, while it used to be hours. To add the ‘wow’ to its commuter system, Suvarnabhumi International Airport is now linked to downtown, making it easier (and cheaper) for travelers.

Money Matters
1 Thailand Baht (THB) is approximately Rp 320,-. For other exchange rate (USD to THB, Euro to THB, or SGD to THB), please check at http://www.xe.com.

Halal Food
It is considerably easy to find halal food places all over Bangkok. There is one halal stall in every food courts in Bangkok Shopping Malls. If you wish to go for the authentic and more variety Thai halal food, go for Yana Restaurant in MBK, Saman Islam food centre in Chatuchak Market, or Pratunam area (Ratchathewi BTS Station) nearby Darul Aman Mosque.


Top 5 Hostel
  
1) Saphaipae Hostel
(http://www.saphaipae.com – reservation: rsvn@saphaipae.com)
5 minutes walking to BTS Surasak Station. Bed in mix dormitory starts at THB 350 (Rp 96.000,-) per person per night. Clean, worth the money, separate bathrooms for Ladies & Gents, designated floor for Ladies only, strategic location to reach every parts of Bangkok, friendly staffs. Recommended.

2) Lub d Siam Square
(http://siamsquare.lubd.com)
100 meters from BTS National Stadium Exit 1.  Near MBK Shopping Mall and Siam Square. Bed in mix dormitory room starts at THB 600 (Rp 192.000,-) per person per night. Perfect location, clean, slightly expensive comparing to other hostels.

3) CheQInn
(http://cheqinn.com/)
15 minutes walking to BTS Nana Station. Bed in mix dormitory starts at Rp 133.000,- per person per night. Boutique hostel style, nicely design and cozy, very clean, need a bit walk to BTS Station.

4) Nap Park
(http://www.nappark.com/)
10 minutes walking to the famous backpacker area – Khao San Road. Bed in ladies dormitory is at THB 500 (Rp 160.000,-) per person per night. Strategic location for sightseeing in old city (Grand Palace, Chao Phraya River, Wat Saket, Wat Pho, etc).

5) Smile Society Hostel
(http://smilesocietyhostel.com/)
10 minutes to BTS Saladaeng Station and 15 minutes to MRT Silom Station. Bed in ladies dormitory is at THB 440 (Rp 140.000,-) per person per night. Nearby Patpong Night Market, clean, minimalist, friendly staffs.


Top 5 Family Hotel (Prices are based from online booking engine – Agoda.com or Booking.com)

1) The Montien Hotel Bangkok. (http://montien.com/Bangkok). Best location, friendly staffs and spacious room. 5 minutes walking to Sala Daeng BTS Station and Sam Yan MRT Station. Superior Double Room starts at THB 2200/Rp 704.000,-.

2) Citadines Sukhumvit Soi 8. Apartment style, 15-20 minutes walking to Nana BTS Station (or 5 minutes with complimentary tuk tuk service). Executive Studio from THB 2000/Rp 640.000,-.

3) Aspen Suites Bangkok. Apartment style, 15 minutes walking to Nana or Ploenchit BTS Station (free tuk tuk service to BTS Station is available). Superior Studio from THB 2000/Rp 640.000,-.

4) Novotel Bangkok Fenix Silom. 10 minutes walking to Surasak BTS Station and Saphan Taksin Pier. Standard Double Room from THB 2200/Rp 704.000.-.

5) Budacco Hotel. 5 minutes walking to Pratunam Market and Platinum Fashion Mall. 10-15 minutes walking to Ratchathewi BTS Station and Central World Shopping Centre.


Top 5 Budget Hotel (Prices are based from online booking engine – Agoda.com or Booking.com)

1) Metz Pratunam. 10-15 minutes from Platinum Fashion Market, 15 minutes to Ratchathewi BTS Station. Double Room is at THB 1300/Rp 416.000,- include breakfast.

2) Nasa Vegas Hotel. 5 minutes walking from Ramkhamhaeng Airport Link Station. Double Room from THB 600/Rp 192.000,-.

3) Rambuttri Village Plaza. 5 minutes walking from backpacker area (Khao San Road) and Chao Phraya River. Superior Double Room is at THB 1000/Rp 320.000,-.

4) Ecotel Bangkok. Around 15 minutes walking to Pratunam Market/Platinum Fashion Mall and 20 minutes to Chidlom BTS Station. Superior Double Room starts at THB 1100/Rp 352.000,-.

5) For You Residence. 5 minutes to Surasak BTS Station. Standard Double Room from THB 950/Rp 304.000,- without breakfast.


Top 5 Places to See for First-Timer to Bangkok:

1) Grand Palace.
  • How to get there: Alight at Saphan Taksin BTS Station, take Chao Phraya Express Boat to Tha Chang pier and walk 10 minutes. The journey from Saphan Taksin BTS Station is around 15 - 20  minutes. By taxi is around THB 100/Rp 32.000,- from MBK/Siam.
  • Price: THB 400 (Rp 128.000,-).
  • Operational Hours: Everyday 08.00 – 18.00.
  • Notes: there are many scammers in front of the Grand Palace main gate trying to trap tourists by telling that Grand Palace is closed until late noon. Ignore them, go to the ticket counter and consult the uniformed staffs. Grand Palace do closed on certain days, such as New Year, Songkran, and King’s Birthday. To make sure everything is in order, call or visit the TAT office.
  • Worth to see: the entrance fee is included Emerald Buddha Temple and Vimanmek Museum in Royal Dusit Palace. Pay a visit if you have time.
2) Wat Pho (Reclining Buddha Temple).
  • How to get there: Wat Pho is located next to Grand Palace. Or alight at Saphan Taksin BTS Station, take Chao Phraya Express Boat to Tha Tien pier and walk 5 minutes. The journey from Saphan Taksin BTS Station is around 20 minutes. By taxi is around THB 100/Rp 32.000,- from MBK/Siam.
  • Price: THB 100 (Rp 320.000,-).
  • Operational Hours: Everyday 08.00 – 18.00.
  • Notes: just like Grand Palace, there are many con artists in Wat Pho. They try to take you somewhere (usually the other temples – Lucky Buddha, Standing Buddha, etc) and end up in tourist-trap shops. Don’t listen to them.
  • Worth to try: Wat Pho Thai Massage at THB 250 – 300 (Rp 80.000,- – Rp 96.000,-) for 30 minutes.
3) Ananta Samakhom Throne Hall (Museum).
  • How to get there: by taxi (around THB 100/Rp 32.000,-) from MBK/Siam.
  • Price: THB 150 (Rp 480.000,-) + THB 50 (Rp 16.000,-) for sarong.
  • Operational Hours: 10.00 – 18.00 Tuesday to Sunday. The Museum is closed on Mondays, New Year, and Songkran Holidays.
  • Notes: Proper attire is required, no short pants, sleeveless t-shirt, and torn jeans. Women should wear skirt or purchase sarong to cover the pants.


4) Madame Tussaud (Wax Museum).
  • How to get there: Siam Discovery 6th Floor (Siam BTS Station).
  • Price: THB 800 (Rp 256.000,-). There’s a limited offer for early bird. Check the website: http://madametussauds.com/Bangkok for further information.
  • Operational Hours: Everyday from 10.00 – 21.00. Last admission: 20.00.
  • Notes: our first-ever President Soekarno is standing proudly at Madame Tussauds Bangkok. Never leave this wax museum without taking picture with him.


5) Khao San Road
  • How to get there: alight at Saphan Taksin BTS Station, take Chao Phraya Express Boat to Phra Arthit pier and walk 10 – 15 minutes. The journey from Saphan Taksin BTS Station is around 30 minutes. Or by taxi (around THB 100/Rp 32.000,-) from MBK/Siam.
  • Notes: Khao San Road is the mecca for backpackers and travelers. This road is busy 24-hour and may not suitable for some people, especially after dark as clubs and pubs open the doors. The street vendors selling merchandises and clothes are overpriced comparing to Chatuchak or Platinum, but if you really want to buy something, try bargaining politely.
  • Don’t leave Khao San Road without: trying pad-thai – Thai Fried Noodle. You can easily spot the cart selling pad-thai along this road. Prices are cheap and the portion is huge.

There are many other interesting spots to see in Bangkok. A whole week probably not enough to cover all these. But if you can spare more time in Bangkok, why don’t you try: Wat Arun (Temple of The Dawn), Damnoen Saduak Floating Market, Jim Thompson’s House and Museum, Siam Niramit Show, The National Museum of Bangkok, Old Town Night Tour, Chocolate Ville and Yaowarat (Chinatown). Bet you will have an unforgettable journey to Bangkok!


Recommended Shopping Places:
1) Mah Boon Krong (MBK) Shopping Mall. National Stadium BTS Station (or walk 5 minutes from Siam BTS Station).

2) Siam Paragon. Siam BTS Station or walk 5 minutes from MBK.
3) Central World. 5-10 minutes walking from Siam BTS Station.
4) Chatuchak Market. Mo Chit BTS Station Exit 1 or Chatuchak Park MRT Station Exit 1. Opening hours: Saturday and Sunday from 9.00 – 18.00.
5) Asiatique by The Riverfront. Saphan Taksin BTS Station and Asiatique free shuttle boat service.

6) Platinum Fashion Mall. 10 minutes walking from Central World Shopping Centre.
7) Terminal 21 – Themed Shopping Mall. Adjacent to Asoke BTS Station.
8) Bobae Tower. The easiest way to go to Bobae Tower is by taxi, the fare is less than THB 100/Rp 32.000,- from MBK.

9) IKEA. Udomsuk BTS Station and IKEA free shuttle bus service.

10) Mega Bangna Shopping Complex. Udomsuk BTS Station and IKEA free shuttle bus service.


Must-Eat & Drink in Bangkok
1) Som Tam (Papaya Salad) – you can buy Som Tam from any Thai Restaurants all over Bangkok, food courts, and street kiosks.

2) Pad Thai – Fried Noodle Thai Style, with your selection of meats or vegetarian. Pad Thai is probably Thai food that I never get bored of.

3) Tom Yam – seafood spicy and sour soup with or without coconut milk and cream.

4) Tom Kha Gai – chicken and herb soup in coconut milk.
5) Green Curry – with selection of seafood, chicken, or beef.
6) Thai Beef Noodle – clear beef broth soup with white noodle.
7) Thai Chicken Briyani Rice – Thai Moslem specialty of halal food.
8) McWings Tom Yam from McDonalds – tom yum flavor fried chicken wings.

9) Thai Sausages (Halal and Non-Halal)
10) Mango Sticky Rice – sweet Thai mango served with sticky rice and condensed milk.

11) Thai Ice Tea – thick and black Thai tea mixed with condensed milk and evaporated milk.
12) Thai Ice Green Tea – Japanese green tea mixed with condensed milk and evaporated milk.
13) Thai Tea Ice Cream.

14) Coconut Ice Cream.
15) Luk Chup – Mini fruit-shaped mung bean dessert.


Top 10 Restaurants, Cafes, and Food Courts in Bangkok
1) Yana Restaurant (Halal Thai Restaurant) – MBK Shopping Mall, 5th Fl. Price: THB 150 – 200 (Rp 48.000,- – Rp 64.000,-) per person.

2) Som Tam Nua (Recommended: Som Tam with Salted Crab and Som Tam with Salted Egg) – Siam Square Soi 5 (in front of Siam Paragon Shopping Mall). Price: around THB 150/Rp 48.000,- per person.

3) Manna Thai Restaurant – Thailand Best Restaurant 2012. Located in Ground Floor Siam Paragon. Price: THB 200 – 300(Rp 64.000,- – Rp 96.000,-) per person.

4) Food Court Siam Paragon – cheap Thai cuisines (Halal food available) in Ground Floor Siam Paragon. Price: THB 50 – 80 (Rp 16.000,- – Rp 25.600,-) per portion.
5) Food Court Platinum Shopping Mall – cheap Thai cuisines (Halal food available) in 6th Floor Platinum 2 Shopping Mall. Price: THB 40 – 100 (Rp 12.800,- – Rp 32.000,-) per portion.
6) Saman Islam Food Centre Chatuchak Market. Price: THB 50 - 200 (Rp 16.000,- - Rp 64.000,-).

7) Mango Tango (Recommended: Mango Sticky Rice – large portion) – Siam Square Soi 5. Price from THB 80/Rp 25.600,- per portion.
8) After You Dessert Café (Recommended: Shibuya Honey Toast) – Siam Paragon Ground Floor and Thong Lor 13 (J Avenue). Shibuya Honey Toast THB 160/Rp 51.200,- per portion.
9) Dean & Deluca (Recommended: Coffees, Tarts, and Sandwiches) – Chong Nonsi BTS Station (Exit 3), next to Ritz Carlton. Coffee from THB 100/Rp 32.000,-.
10) Crepes & Co – Langsuan Soi 3 (15 minutes walking from Central Chitlom Shopping Mall) Chitlom BTS Station. Price from THB 150/Rp 48.000,- per portion.


Top 5 Souvenirs
1) Fridge Magnets (Chatuchak Market – 7 pieces for THB 100/Rp 32.000,-)
2) Coin & Cosmetic Pouch (Chatuchak Market, 2 – 5 pieces per package. THB 80/Rp 25.600,-)
3) IKEA stuffs (Catalogues and prices can be checked at http://ikea.com./th/en)
4) Tae Kae Noi – Seaweed snacks (Tae Kae Noi Land – Terminal 21 Asoke. Prices from THB 5/Rp 1600)

5) Monthong Durian Chips (Mah Boon Krong Shopping Mall THB 150/Rp 48.000,-)



Suggested Itinerary (3 Days 2 Nights)
Day 1: Arriving in Bangkok. Sightseeing (and shopping) around Siam area: Siam Square, MBK, Siam Discovery – Madame Tussauds, Siam Paragon, Central World. Dinner and watching Calypso Cabaret performance in Asiatique by The Riverfront.
Day 2: Chao Phraya River – Grand Palace – Wat Pho – Ananta Samakhom. Dinner and walking around Khao San Road – the backpacker place of Bangkok.
Day 3: Last Minute Shopping at Platinum Fashion Mall and Pratunam Market before heading back to Indonesia.

PS: If you’re going on the weekends, you can squeeze in or add one more day to see Chatuchak Weekend Market.


I'm adding this Tourism Authority of Thailand information, in case you need it:

TAT Head Office
Tourism Authority of Thailand
1600 New Phetchaburi Road, Makkasan, Ratchathewi, Bangkok 10400
Tel: +66 02 250 5500
Fax: +66 02 250 5511
Website: http://www.tourismthailand.org
E-mail Address: center@tat.or.thTAT Tourist Information Counters

TAT Tourist Information Counters can be found at the following locations:
Tourism Authority of Thailand
1600 New Phechatburi Road, Makkasan, Rajathewi, Bangkok 10400
Open daily from 08.30 to 16.30 hrs.

Suvarnabhumi Airport Arrival Floor, Domestic Tel: (66)2134 0040 Open 24 hours
Suvarnabhumi Airport Arrival Floor, International Tel: (66)2134 0041 Open 24 hours

TAT Call Center 1672 Operational hours’ 08.00-20.00 hrs.


sumber: https://www.facebook.com/notes/claudia-kaunang/cks-best-ever-travel-and-shopping-d-guide-to-bangkok/453614594688543

Minggu, 06 Januari 2013

Toge Goreng

Hai teman-teman yang hobby masak, hari ini saya bikin Toge Goreng loohhh. Toge Goreng ini makanan khas dari Bogor. Walaupun saya bukan orang Bogor, tapi saya orang Indonesia looh hehehe..

Berikut tahapan masak Toge Goreng ala saya:

Persiapkan bahan-bahan:
1. toge (direndam pakai air panas, tiriskan)
2. mie telor (kalo saya sih pake mie instan aja) (rebus, tiriskan)
3. tahu (4-5 potong, mau banyak juga ga apa-apa tergantung selera)
4. tempe (untuk di ulek sebagian dan untuk digoreng sebagian)
5. tauco
6. cabe merah
7. bawang merah
8. bawang putih
9. bawang bombay
10. tomat
11. kecap manis
12. bumbu penyedap
13. air secukupnya
14. minyak goreng

Nah, setelah bahan-bahan lengkap, berikut langkah memasaknya:
1. bawang putih, bawang merah, bawang bombay, tomat, cabe merah, tempe, semuanya diulek. Setelah bumbu semuanya diulek kemudian sisihkan.
2. Lalu goreng tahu dan tempe yang sudah dipotong-potong, sisihkan lagi.
3. Setelah itu bumbu yang tadi diulek goreng deh ke minyak yang udah dipanaskan.
4. Setelah bumbu sudah harum, masukan tauco dan kecap manis, aduk-aduk, kemudian tambahkan air secukupnya, jangan banyak-banyak loohh, ntar encer doongg.
5. Aduk terus sampai merat, kemudian tambahkan bumbu penyedap, gula pasir, garam, secukupnya.
6. Setelah bumbu agak mengental, tapi masih ada sedikit airnya, matikan api nya.
7. Masukan ke piring besar: mie yang telah direbus, toge, tahu dan tempe yang telah di goreng.
8. Kemudian siramkan dengan bumbu yang tasi telah dimasak.
9. Jadi deh, tinggal makan.


Berikut hasil kreasi saya:
                                                                Sebelum disiram bumbu

                                                                Setelah disiram bumbu

Selamat makaaannnnn :D


bisa diliat juga di blog saya yang kompasiana http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2013/01/06/toge-goreng-523016.html

Sabtu, 05 Januari 2013

BANDINGKAN SEBELUM MEMBELI BARANG DISKONAN

Sebenarnya saya adalah seorang yang tidak terlalu suka berbelanja barang-barang fashion, seperti tas, baju, atau sepatu. Apalagi kalau belanjanya di mall, wah bisa tekor saya karena biasanya barang-barang di mall harganya selalu lebih mahal dari harga pasar hehe. Kok tahu? Ya iya soalnya saya suka ngebanding-bandingin harga barang-barang yang ada di mall, pasar baru, dan pasar gasibu. Jadi, kalau ke mall kerjaan saya cuma window shopping, bandingin harga, sama nonton. Namun terkadang di mall-mall juga seringkali ngasih diskon gede-gede-an, tak tanggung-tanggung diskonnya sampai 70 sampai 80 %, sehingga mau tak mau, naluri saya sebagai seorang perempuan yang lemah iman, melihat diskon yang begitu besar, dan membuat harga menjadi amat sangat miring menjadi tergoda juga untuk membelinya. Eits, tapi jangan sampai lupa diri kalau lagi diskon gede-gede-an, sehingga membuat kita lupa daratan.
Nah, berikut tips berburu barang diskon dan murah ala saya:
1. Jika suatu hari kita melihat barang diskon di mall, jangan dulu langsung membelinya, bandingkan dulu dengan harga di tempat lain (seperti pasar baru, pasar gasibu, dll), sebab bisa jadi harga di tempat lain lebih murah. Kalau di tempat lain, barang tersebut memang tidak ada, atau malah lebih mahal, nah baru deh kita bisa membeli barang tersebut.
2. Kalau di mall, biasanya yang diskon gede-gede-an an ya pas akhir tahun, lebaran, atau natal. Jadi, ga ada salahnya saving budget untuk belanja diskonan di hari-hari besar tersebut.
3. Di mall biasanya ada program mid-night-sale juga, biasanya diskon nya juga ga tanggung-tanggung gede-nya.
4. Toserba seperti Griya, Yogya, ataupun mini market seperti Alfamart biasanya mempunyai koran terbitan mereka sendiri, yang isinya tentang harga-harga barang yang di jual di bulan tersebut, sehingga kita bisa tahu barang-barang mana yang sedang murah, didiskon, atau tidak.
5. Jika sering berbelanja bulanan ke mall, mendingan jadi member nya deh, biar bisa dapat diskon-an kalau sedang belanja, kan lumayan.
6. Oh iya, kalau malas keluar rumah belanja online pun ada kok yang suka diskon-an, ada yang suka diskon tengah malam seperti bhinneka dot com, ada juga yang diskon kalau kita beli barang lebih dari 3 seperti di saqina dot com.
7. Yang terakhir, bijak membeli barang yang memang benar-benar diperlukan.
Segitu dulu ah :)

HARTA KITA

Hadist dari Muthorrif dari bapaknya dia berkata: aku datang kepada nabi saw, ketika beliau sdg membaca alhaakumuttakaatsur (bermegah2an telah melalaikan kamu). Beliau bersabda: anak adam (manusia) berkata: hartaku! hartaku! ; beliau bersabda: hai anak adam tidak ada yg engkau miliki dari hartamu kecuali yg engkau makan lalu habis, atau pakaian yg engkau pakai lalu hancur, atau harta yg engkau shodaqohkan, maka akan berlanjut terus. HR Muslim.

Jadi maksud dari hadist diatas adalah bahwa manusia tdk memiliki harta apapun kecuali yg dimakan, yg dipakai, dan yg dishodaqohkan. Adapun yg dimakan dan dipakai kalau itu membantu kpd menaati Alloh, maka itu menjadi kebaikan, dan kalau itu membantu kepada maksiat kepada Alloh, kepada kejahatan, dan kepada kesombongan, maka itu menjadi cobaan, ujian, dan bala.

Kita boleh kaya sekaya-kayanya, tapi jgn lupa SHODAQOH..supaya amalnya berkelanjutan hehe..

Minggu, 02 Desember 2012

Jalan-Jalan Hemat dan Obat Penawar

1353407777771173170 
(kawah putih, 13/11/2012, dok. pribadi)

Jalan-jalan hemat merupakan salah satu daftar hobi saya diurutan teratas. Orang-orang terkadang mengartikannya dengan istilah backpacking atau flashpacking. Namun bagi saya istilah apapun sah-sah saja, yang penting memenuhi beberapa unsur berikut: jalan-jalan, hemat biaya, bisa mengeksplore keindahan suatu tempat, dan bisa bertemu dengan orang-orang baru. Namun dalam jalan-jalan hemat ini, saya sendiri masih tergolong amatiran dalam mengelola budget, yang terpenting ya harus pandai-pandai mengelola uang selama diperjalanan. 

Pengalaman jalan-jalan hemat saya dimulai ketika saya baru saja ujian sidang skripsi, yaitu dipenghujung tahun 2008. Sebenarnya saya agak menyesal, mengapa hobi ini muncul diakhir saya kuliah, tidak dari dulu. Mungkin kalau dari dulu sudah banyak tempat-tempat yang sudah saya eksplore. Tapi ada pepatah bilang lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Maka dengan berpegangan kepada pepatah tersebut, setiap tahun saya selalu menyempatkan diri untuk mengeksplore keindahan alam yang ada di bumi ini. Macam-macam tema yang selalu saya usung dalam perjalanan ini, seperti tema tentang Laut, Pantai, Museum, Budaya, Sejarah, Gunung, Jelajah Kota, Kuliner, dan lain-lain. 

Kota pertama yang saya kunjungi untuk jalan-jalan hemat di tahun 2008 adalah Yogyakarta. Mengapa Yogyakarta? jawabannya sih simpel saja, karena teman dekat saya waktu itu akan menikah. Jadi ya sekalian saja jalan-jalan. Di Yogyakarta, saya bersama ketiga orang sahabat saya yang lain menumpang tidur di kos teman lama kami sewaktu SMP yaitu di daerah Kaliurang dekat kampus UGM. Beruntung waktu itu teman-teman kos-nya sedang libur UAS, jadi kami dengan bebasnya menguasai kos teman kami itu. Beruntung pula kami diberi pinjaman motor, sehingga kami bisa kesana kemari memakai motor tersebut. Di Yogyakarta, kami berjalan-jalan ke Marlioboro, napak tilas ke kampung Kauman yang merupakan sejarah berdirinya organisasi Muhammadiyah, ke Pasar Sunmor (Sunday Morning) UGM, keliling kampus UGM yang merupakan trademarknya kampus di Yogyakarta, ke Keraton, dan tentu saja tidak lupa kuliner Yogyakarta yang terkenal akan Nasi Gudeg dan Nasi Kucingnya. Ah ya, karena inti jalan-jalan ini adalah menghadiri pernikahan teman saya, maka sedikit sekali tempat yang kami eksplore, karena keterbatasan waktu pula yang mengharuskan untuk kami harus kembali ke Bandung. Namun, dari perjalanan tersebut, saya bertekad untuk kembali melakukan perjalanan lagi.

135357602134545223 
jalan-jalan hemat Yogyakarta

Di penghujung 2009, kembali saya diajak oleh sahabat dekat saya untuk jalan-jalan hemat ke Karimun Jawa, Jepara. Waktu itu saya masih ragu karena masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan. Namun, karena dorongan dari sahabat saya yang begitu “dahsyat”, ditambah saya yang memang gampang terpengaruh untuk urusan jalan-jalan, akhirnya saya “ya” kan juga untuk ikut pergi ke Karimun Jawa, dengan terlebih dahulu mengebut PR saya tersebut. Saya pergi ke Karimun Jawa dari Bandung bersama tiga orang teman saya, perempuan semua. Jalan-jalan ke Karimun Jawa ini membutuhkan energi yang besar, karena dalam perjalanan ini saya menggunakan jalur darat dan laut. Jalur darat kami tempuh dalam waktu sekitar 10 jam, kemudian diteruskan dengan jalur laut dengan menumpang kapal laut sekitar 6 jam. Hampir seharian kami diperjalanan, karena kapal laut yang kami tumpangi ternyata ngetemnya sampai 4 jam. Namun kendala tersebut tidak menyurutkan langkah kami untuk sampai ke Karimun Jawa. Dan benar saja, lelahnya kita selama dijalur darat dan laut terbayarkan sudah, ketika sudah menginjakan kaki di pelabuhan Karimun Jawa karena alamnya begitu cantik nan eksotis, begitupun penduduknya yang sangat welcome. Di Karimun Jawa kami menginap di rumah penduduk (home stay), dekat dengan alun-alun, dan tentu saja dekat laut. Uniknya, di Karimun Jawa listrik hanya mengalir dari pukul 6 sore sampai pukul 6 pagi (tahun 2009). Selain itu, biasanya penduduk jika malam hari selalu berkumpul di alun-alun untuk bersama-sama menonton layar tancab, selain untuk ajang silaturahmi juga untuk melepas lelah setelah bekerja di siang hari. Untuk mengeksplore keindahan Taman Laut yang ada di Karimun Jawa, kita harus menyewa kapal, jika ingin lebih murah usahakan untuk patungan dengan pelancong lain agar lebih murah menyewa kapal. Di sana saya jalan-jalan ke penangkaran hiu, ke rumah seorang teman di pulau Parang untuk makan jambal dan dawegan gratis, ke pulau Menjangan Besar dan Kecil, dan tak lupa snorkling yang merupakan inti dari wisata di Taman Laut Karimun Jawa ini. Ah pokoknya Aku Cinta Karimun Jawa, Cinta Indonesia. 

13535761831427365208
jalan-jalan hemat Karimun Jawa, Jepara

Di medio tahun 2010, saya kembali melakukan perjalanan. Destinasi kali ini adalah Bali. Ya, siapa yang tidak kenal Bali, bahkan orang bule yang tidak begitu tahu tentang Indonesia kadangkala bertanya “Indonesia itu sebelah mananya Bali ya?”. Nah loh. Ketika itu saya menempuh jalur darat dan laut untuk sampai ke Bali dari tempat tinggal saya di daerah Subang. Jadi, bisa dibayangkan lamanya perjalanan yang saya tempuh waktu itu untuk sampai ke Bali (mungkin sekitar 1 hari 1 malam). Ah, keindahan alam Indonesia khususnya Bali memang tiada habis-habisnya. Waktu itu saya main ke Ubud, Uluwatu, Sanur, melihat koleksi barang seni di Museum Le Mayeur, naik perahu di Bedugul, nonton tari kecak di GWK, sholat di mesjid Ibnu Batutah-Nusa Dua yang ternyata disana banyak tempat ibadah agama lain, makan malam di Pantai Jimbaran, berburu oleh-oleh di pasar Sukowati, main pasir di Pantai Kuta, dan masih banyak lagi tempat wisata lainnya.
13535762731156364683
jalan-jalan ke Bali

Di penghujung tahun 2010, saya dan sahabat saya jalan-jalan ke JOGLO SEMAR. Apa itu JOGLO SEMAR? Ialah kepanjangan dari Jogjakarta, Solo, dan Semarang. Ya, saya kembali lagi jalan-jalan ke Yogyakarta bersama seorang sahabat saya. Dimulai dengan rute Bandung-Semarang-Solo-Yogyakarta-Bandung. Perjalanan ini merupakan perjalanan panjang yang diakselerasi, kenapa diakselerasi? Karena ternyata orang tua saya di rumah merencanakan untuk mudik ke kampung halaman di ujung Jawa Barat sana. Maka, perjalanan JOGLO SEMAR ini kami kebut. Di Semarang kami singgah ke Stasiun Tawang, Masjid Agung Jawa Tengah yang memiliki arsitektur yang megah dan unik, kemudian ke Mesjid Agung Semarang, Ke daerah Kauman Semarang, Pecinan, Pasa Johor, Simpang Lima, Lawang Sewu, Tugu Muda, 0 (nol) kilometernya kota Semarang, ke kawasan Kota Lama Semarang seperti mampir ke Gereja Blenduk. Namun sayang kami tidak sempat mampir ke Klenteng Sampoo Kong karena harus segera ke Solo. Di Solo, kami pun mampir ke Musem Radya Pustaka, keliling Solo dengan Trans Solo, Mesjid Agung Surakarta, Kraton Surakarta Hadiningrat yang merupakan istana Jawa Kuno dengan sentuhan Eropa, Pasar Klewer, Pasar Triwindu, Jalan santai sepanjang Jalan Slamet Riyadi, dan masih banyak lagi. Adapun di Yogyakarta, saya dan sahabat saya kembali menelusuri jalanan kota Yogyakarta, karena sudah terlalu cape akibat perjalanan Semarang-Solo, maka kami menyusuri jalan Yogyakarta memakai becak dan Trans Jogja, dan mampirlah ke Candi Prambanan, yang merupakan Candi dari umat agama Hindu, yang dikenal juga dengan sebutan Candi Loro Jongrang.
1353576356461236699
jalan-jalan hemat Semarang

Di tahun 2011, saya kembali melakukan perjalanan. Kali ini yang dekat-dekat saja, saya namakan Short Trip Backpacking, karena saya hanya pergi ke Anyer dan itu pun pulang-pergi, berangkat pagi-pulang malam. Sebenarnya saya melakukan perjalanan ini tidak direncanakan, saya pergi karena hari itu teman yang dulu pernah dekat dengan saya akan menikah, dan saya patah hati, hahaha. Ah sudahlah, itu masa lalu dan sekarang saya pun sudah lupa, karena saya harus move on dan move up. Dengan berbekal informasi dari om Google, saya dan kedua orang sahabat saya berangkatlah ke Anyer dari Kampung Rambutan. Di Anyer, kami menyusuri pantai Marbella, naik ke lantai paling atas Mertjusuar Anjer yang didirikan tahun 1885 dan melihat Anyer dan sekitarnya dari atas, serta napak tilas ke 0 (nol) kilometernya jalan Anyer-Panarukan. Menurut sejarah, jalan Anyer-Panarukan ini dulu dibangun atas dasar kerja paksa (rodi) pada zaman Belanda, pembuatan jalan ini merenggut nyawa-nyawa para pahlawan yang tak diketahui namanya.

13535788641599595464
jalan-jalan hemat Solo

Masih di tahun yang sama di bulan ke sepuluh saya kembali jalan-jalan ke Pangandaran, Ciamis Jawa Barat. Kali ini bersama keluarga, sehingga lebih terjamin dalam hal logistik. Pangandaran merupakan salah satu kawasan laut di selatan pulau Jawa. Bisa dibilang tidak ke Pangandaran kalau kita tidak berkunjung ke Green Canyon dan Batu Karas, maka kami pun pergilah kesana, dan benar saja Green Canyon nya Indonesia memang tidak kalah dengan Green Canyon yang ada di Luar Negeri, bisa berenang pula disini, keren sekali pemandangannya. Oh ya, dan jangan lupa bermain sepeda mengelilingi pantai timur Pangandaran. Dipenghujun tahun 2011, saya kembali jalan-jalan. Tapi kali ini sendirian, karena tema kali ini adalah berkunjung ke negara jiran yaitu Malaysia dan Singapura. Banyak hal-hal baru yang saya dapatkan ketika jalan-jalan sendirian, seru, tegang, senang, pokoknya excited.
 

1353576686111199027
jalan-jalan Pangandaran

Medio tahun 2012 ini, saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan organisasi selama seminggu di Lampung. Dan hal tersebut tidak saya dan teman-teman lain sia-siakan. Di waktu senggang kami bermain ke Pantai (lupa lagi namanya J ), lumayan bisa lihat terumbu karang dan pasir putih. Terakhir jalan-jalan di tahun 2012 ini yaitu sekitar 1 bulan dan 2 minggu yang lalu yaitu ke Gunung Wayang dan Ke Ciwidey yang terletak di Kabupaten Bandung. Di Gunung Wayang terletak Situ Cisanti, yang juga merupakan hulu dari sungai Citarum. Ternyata hulu sungai Citarum ini masih bersih, bahkan mata air di dekat Situ Cisanti ini bisa langsung diminum tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Berbeda sekali dengan bagian tengah dan hilir sungai Citarum yang katanya merupakan salah satu sungai terkotor dan tercemar di dunia. Di Ciwidey, saya dan seorang sahabat saya berkesempatan untuk menjelajahi Kawah Putih dan Situ Patengan (Situ Patenggang). Di Kawah Putih, kita bisa melihat bentang alam yang luar biasa indahnya, suara kicau burung, langit biru, gemuruh belerang, lumpur belerang yang bergradasi, bercampur menjadi satu. Sedangkan di Situ Patengan kita bisa naik perahu untuk sampai ke Pulau Asmara dan Batu Cinta, itu kalau yang sudah punya pasangan.

13535768271796280220
jalan-jalan hemat Ciwidey

Untuk akhir tahun ini sebenarnya saya belum merencanakan untuk melancong kemana-mana, karena yang saya tahu akhir tahun adalah musim liburan, dan tentu saja tempat-tempat wisata menjadi destinasi banyak orang, dan cost menuju tempat wisata berikut akomodasinya akan ikut naik. Namun, ketika membaca lomba menulis Rencana Liburan Akhir Tahun, saya menjadi teringat untuk mewujudkan impian saya jalan-jalan ke Pulau Komodo. Pulau ini memang sudah menjadi list dalam destinasi jalan-jalan saya. Namun untuk sampai kesana ternyata tidak cukup dengan uang yang sedikit. Jadi untuk sementara waktu saya masih berencana dan menabung dahulu, dan beruntunglah saya jika saya mendapatkan kesempatan untuk jalan-jalan gratis ke salah satu pulau yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur yang dinobatkan menjadi New Seven Wonder of Nature. Komodo yang merupakan khas fauna peralihan dari NTT, sampai saat ini hanya saya lihat di televisi, internet, dan buku-buku. Saya berencana jika saya jalan-jalan ke Pulau Komodo saya akan jalan-jalan ke Labuan Bajo yang katanya merupakan meeting point untuk sampai ke Pulau Komodo. Selain Pulau Komodo, saya pun ingin jalan-jalan melihat lebih dekat fauna Komodo ke Pulau Rinca yang kabarnya Pulau Rinca dan Pulau Komodo merupakan tempat yang memiliki populasi Komodo terbanyak. Selain melihat komodo yang merupakan salah satu jenis hewan purba, saya pun ingin menjelajah pantai dan bawah lautnya menggunakan perahu layar, konon katanya Pantai Pink merupakan salah satu destinasi yang jangan sampai terlewatkan jika kita pergi ke Pulau Komodo. Yap, sampai saat ini saya masih bermimpi saja, dan siapa tahu saya bisa mampir kesana, karena ternyata baru-baru ini saya patah hati, dan obat nya adalah jalan-jalan.

Ayo, yang belum punya rencana jalan-jalan di akhir tahun ini, saya sarankan pergi ke tempat-tempat yang saya sebutkan tadi bagi yang belum pernah kesana. Tapi bagi yang sudah pergi kesana enaknya kemana yaa? Ke Pulau Komodo sepertinya, atau ada yang lain? :D

Salam jalan-jalan hemat.

Hadiah Ulang Tahun dari Anakku

Alhamdulillah syukur tak terhingga atas nikmat-nikmat Alloh yang diberikan hingga detik ini. Alhamdulillah Alloh amanahkan kepada kami anak ...