Jumat, 05 Juni 2009

Variasi Gaya dalam Meyapu Lantai

Tidak hanya renang saja yang mempunyai gaya dalam hal selam menyelam, seperti misalnya gaya kupu-kupu, gaya kodok, gaya punggung, dan gaya –gaya renang yang lainnya, namun dalam hal menyapu lantai pun mempunyai gaya-gaya tersendiri. Ilmu gaya menggaya dalam menyapu lantai ini saya dapatkan dari sang suhu, yang tak lain adalah bapak saya sendiri. Begini ceritanya:

Sudah 3 hari ini saya dan bapak saya gotong royong membereskan perpustakaan kecil kami. Bapa saya kebagian tugas mengeluarkan buku dari lemari-lemari, mengelap-ngelapnya, dan memasukan buku kembali ke tempatnya. Sedangkan saya kebagian tugas menyapu lantai yang penuh dengan debu dari buku-buku tersebut.

Dan terjadilah dialog antar bapak-anak ini, berikut dialognya:

Bapa : (melihat saya yang sedang nyapu sambil ogah-ogahan karena bersin-bersin terus, bapa saya pun membuka pembicaraan),,an mun sasapu teh kudu komprehensif (an, kalau nyapu itu harus dengan cara komprehensif)
Saya : maksud na pak?
Bapa : enya jadi mun sasapu teh kudu komprehensif entong parsial (iya, jadi kalau nyapu itu harus komprehensif jangan parsial)

Kieu yeuh carana mun konprehensif (gini nih caranya kalau yang komprehensif) (bapa saya mempergakan kalau nyapu yang komprehensif itu dengan kolong-kolongnya, menyapu dibelakang lemari, menyapu debu yang terlihat dan tidak terlihat). Kalau yang parsial itu hanya yang nampak saja, jadi cuma nyapu sebagian-sebagian, ga bersih-bersih banget.
Saya : (merasa kalau saya pernah belajar ilmu mantiq, filsafat antrop, dan dasar-dasar logika pun berujar) hah komprehensif?? Ujian komprehensif maksudnya (kalau yang pernah ujian sidang skrips pasti tahui)?? Kalau yang menyeluruh mah universal kali pak..
Bapa : eh maksudnya mah sama saja komprehensif itu luas dan lengkap, luas dan lengkap nyapunya jangan sepotong-sepotong (dan memang ketika saya baca di Kamus Besar Bahasa Indonesia “komprehensif” itu bisa juga diartikan dengan luas dan lengkap)
Saya : wkwkwkwkwkwkwkwkwk (berasa sedang kuliah dengan menerapkan sistem learning by doing) ^.^

Jadi, dapat disimpulkan bahwa variasi dalam menyapu lantai itu ada dua, yaitu menyapu secara parsial dan menyapu secara komprehensif ataupun universal….halah halah halah kesimpulan yang aneh hohohohoho…bapak oh bapak…

Variasi Gaya dalam Meyapu Lantai

Tidak hanya renang saja yang mempunyai gaya dalam hal selam menyelam, seperti misalnya gaya kupu-kupu, gaya kodok, gaya punggung, dan gaya –gaya renang yang lainnya, namun dalam hal menyapu lantai pun mempunyai gaya-gaya tersendiri. Ilmu gaya menggaya dalam menyapu lantai ini saya dapatkan dari sang suhu, yang tak lain adalah bapak saya sendiri. Begini ceritanya:

Sudah 3 hari ini saya dan bapak saya gotong royong membereskan perpustakaan kecil kami. Bapa saya kebagian tugas mengeluarkan buku dari lemari-lemari, mengelap-ngelapnya, dan memasukan buku kembali ke tempatnya. Sedangkan saya kebagian tugas menyapu lantai yang penuh dengan debu dari buku-buku tersebut.

Dan terjadilah dialog antar bapak-anak ini, berikut dialognya:

Bapa : (melihat saya yang sedang nyapu sambil ogah-ogahan karena bersin-bersin terus, bapa saya pun membuka pembicaraan),,an mun sasapu teh kudu komprehensif (an, kalau nyapu itu harus dengan cara komprehensif)
Saya : maksud na pak?
Bapa : enya jadi mun sasapu teh kudu komprehensif entong parsial (iya, jadi kalau nyapu itu harus komprehensif jangan parsial)

Kieu yeuh carana mun konprehensif (gini nih caranya kalau yang komprehensif) (bapa saya mempergakan kalau nyapu yang komprehensif itu dengan kolong-kolongnya, menyapu dibelakang lemari, menyapu debu yang terlihat dan tidak terlihat). Kalau yang parsial itu hanya yang nampak saja, jadi cuma nyapu sebagian-sebagian, ga bersih-bersih banget.
Saya : (merasa kalau saya pernah belajar ilmu mantiq, filsafat antrop, dan dasar-dasar logika pun berujar) hah komprehensif?? Ujian komprehensif maksudnya (kalau yang pernah ujian sidang skrips pasti tahui)?? Kalau yang menyeluruh mah universal kali pak..
Bapa : eh maksudnya mah sama saja komprehensif itu luas dan lengkap, luas dan lengkap nyapunya jangan sepotong-sepotong (dan memang ketika saya baca di Kamus Besar Bahasa Indonesia “komprehensif” itu bisa juga diartikan dengan luas dan lengkap)
Saya : wkwkwkwkwkwkwkwkwk (berasa sedang kuliah dengan menerapkan sistem learning by doing) ^.^

Jadi, dapat disimpulkan bahwa variasi dalam menyapu lantai itu ada dua, yaitu menyapu secara parsial dan menyapu secara komprehensif ataupun universal….halah halah halah kesimpulan yang aneh hohohohoho…bapak oh bapak…

Variasi Gaya dalam Meyapu Lantai

Tidak hanya renang saja yang mempunyai gaya dalam hal selam menyelam, seperti misalnya gaya kupu-kupu, gaya kodok, gaya punggung, dan gaya –gaya renang yang lainnya, namun dalam hal menyapu lantai pun mempunyai gaya-gaya tersendiri. Ilmu gaya menggaya dalam menyapu lantai ini saya dapatkan dari sang suhu, yang tak lain adalah bapak saya sendiri. Begini ceritanya:

Sudah 3 hari ini saya dan bapak saya gotong royong membereskan perpustakaan kecil kami. Bapa saya kebagian tugas mengeluarkan buku dari lemari-lemari, mengelap-ngelapnya, dan memasukan buku kembali ke tempatnya. Sedangkan saya kebagian tugas menyapu lantai yang penuh dengan debu dari buku-buku tersebut.

Dan terjadilah dialog antar bapak-anak ini, berikut dialognya:

Bapa : (melihat saya yang sedang nyapu sambil ogah-ogahan karena bersin-bersin terus, bapa saya pun membuka pembicaraan),,an mun sasapu teh kudu komprehensif (an, kalau nyapu itu harus dengan cara komprehensif)
Saya : maksud na pak?
Bapa : enya jadi mun sasapu teh kudu komprehensif entong parsial (iya, jadi kalau nyapu itu harus komprehensif jangan parsial)

Kieu yeuh carana mun konprehensif (gini nih caranya kalau yang komprehensif) (bapa saya mempergakan kalau nyapu yang komprehensif itu dengan kolong-kolongnya, menyapu dibelakang lemari, menyapu debu yang terlihat dan tidak terlihat). Kalau yang parsial itu hanya yang nampak saja, jadi cuma nyapu sebagian-sebagian, ga bersih-bersih banget.
Saya : (merasa kalau saya pernah belajar ilmu mantiq, filsafat antrop, dan dasar-dasar logika pun berujar) hah komprehensif?? Ujian komprehensif maksudnya (kalau yang pernah ujian sidang skrips pasti tahui)?? Kalau yang menyeluruh mah universal kali pak..
Bapa : eh maksudnya mah sama saja komprehensif itu luas dan lengkap, luas dan lengkap nyapunya jangan sepotong-sepotong (dan memang ketika saya baca di Kamus Besar Bahasa Indonesia “komprehensif” itu bisa juga diartikan dengan luas dan lengkap)
Saya : wkwkwkwkwkwkwkwkwk (berasa sedang kuliah dengan menerapkan sistem learning by doing) ^.^

Jadi, dapat disimpulkan bahwa variasi dalam menyapu lantai itu ada dua, yaitu menyapu secara parsial dan menyapu secara komprehensif ataupun universal….halah halah halah kesimpulan yang aneh hohohohoho…bapak oh bapak…

Jenis Kelamin Burung Garuda, apa?

Teringat tatarucingan tadi pagi bersama bapaku <dialog ini sebenerny in sundanese>
bapa: coba jenis kelamin nya burung garuda apa?
Saya: hmmmmm ga tau pak
bapa: y laki2 ath alias pejantan
saya: lah kok?
Bapa: ya iya atuh kan kepanjangannya juga garuda pancasila* bukan pancaemok**
saya: wkwkwkwk

ket:
*sila dalam bhs sunda digunakan untuk posisi du2k menyilang kaki, dan biasanya identik dg gaya duduk anak laki2,,
**emok dalam bahasa sunda berarti posisi duduk dimana telapak kaki menempel ke pantat, dan duduk seperti ini identik dg duduk anak perempuan..

Jenis Kelamin Burung Garuda, apa?

Teringat tatarucingan tadi pagi bersama bapaku <dialog ini sebenerny in sundanese>
bapa: coba jenis kelamin nya burung garuda apa?
Saya: hmmmmm ga tau pak
bapa: y laki2 ath alias pejantan
saya: lah kok?
Bapa: ya iya atuh kan kepanjangannya juga garuda pancasila* bukan pancaemok**
saya: wkwkwkwk

ket:
*sila dalam bhs sunda digunakan untuk posisi du2k menyilang kaki, dan biasanya identik dg gaya duduk anak laki2,,
**emok dalam bahasa sunda berarti posisi duduk dimana telapak kaki menempel ke pantat, dan duduk seperti ini identik dg duduk anak perempuan..

Jenis Kelamin Burung Garuda, apa?

Teringat tatarucingan tadi pagi bersama bapaku <dialog ini sebenerny in sundanese>
bapa: coba jenis kelamin nya burung garuda apa?
Saya: hmmmmm ga tau pak
bapa: y laki2 ath alias pejantan
saya: lah kok?
Bapa: ya iya atuh kan kepanjangannya juga garuda pancasila* bukan pancaemok**
saya: wkwkwkwk

ket:
*sila dalam bhs sunda digunakan untuk posisi du2k menyilang kaki, dan biasanya identik dg gaya duduk anak laki2,,
**emok dalam bahasa sunda berarti posisi duduk dimana telapak kaki menempel ke pantat, dan duduk seperti ini identik dg duduk anak perempuan..

Minggu, 31 Mei 2009

Tidak Akan Adil, Kalau Poligami (katanya)

Hari ini saya ikut pengajian, bersama ibu dan kaka ipar..materi hari ini membahas tentang '7 orang yang dinaungi <dilindungi> oleh Alloh..
Nah ke-7 orang itu adalah:
1.pemimpin yg adil
2.pemuda/i yg hidup dalam beribadah kepada Alloh
3.orang yg hatinya <jiwanya> bergantung di mesjid
4.orang yg saling berkasih sayang karena Alloh, berkumpul dan berpisahnya pun karena Alloh
5.orang yg diajak perempuan cantik dan berkedudukan tinggi untuk berzina, maka ia menjawab: saya takut kepada Alloh
6.orang yg bersodaqoh dengan tangan kanannya dan disembunyikannya, sehingga tidak diketahui tangan kiri
7.orang yg ingat Alloh waktu menyendiri, lalu berlinang air matanya <HR BUKHORI>

Lalu apa hubungannya dg poligami? Hubungannya adalah ketika membahas quran surat annisa ayat 129,,di ayat itu diceritakan bahwa seorang laki2 tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istrinya<its mean poligami>, walaupun sang suami tsb ingin sekali berlaku adil thd semua istrinya..
Kita ambil contoh, nabi muhammad ketika telah menikah dg aisyah, kadang menceritakan tt st.khadijah <yg waktu itu telah meninggal>, dan hal itu membuat 'cemburu' aisyah..hal tsb mungkin bisa dijadikan contoh bahwa hati atau perasaan nabi masih condong kepada st.khadijah..
Nah, adil tsb juga bisa dibagi kepada 2 kategori, adil secara lahir dan adil secara batin..bisa dikatakan, adil secara lahir bisa dibagi rata dari 1orang suami kepada banyak istrinya, misalnya pembagian uang bulanan secara merata..but adil secara batin mungkin tidak bisa kali ya, karena hati dan perasaan orang tidak bisa diukur secara matematis ataupun statistik..coba mungkin bisa dilihat orang yg berpoligami senantiasa mempunyai kecenderungan ke salah satu istrinya..pun bila kita melihat orang yg berpoligami nampak adil adil saja kepada istrinya, namun hati sang suami akan lebih cenderung kepada salah satu istrinya, dan seperti telah diketahui bersama bahwa hati orang siapa tahu, karena sukar ditebak..hanya Alloh dan dirinya yg tahu..dan jelas jelas hal tsb telah ditulis di annisa 129.wallohu alam

Hadiah Ulang Tahun dari Anakku

Alhamdulillah syukur tak terhingga atas nikmat-nikmat Alloh yang diberikan hingga detik ini. Alhamdulillah Alloh amanahkan kepada kami anak ...